Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Sejumlah pedagang membersihkan Pasar Beringharjo, Jumat (20/3/2020). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Pandemi corona membuat pedagang pasar kehilangan banyak omzetnya. Untuk mendukung para pedagang agar tetap bertahan berjualan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menurunkan retribusi pasar hingga 75%.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Yunanto Dwi Sutono, menjelaskan pengurangan distribusi diterapkan sejak Rabu (1/4/2020) lalu. "Sebagai dukungan kami kepada para pedagang," ujarnya, Senin (13/4/2020).
Ia menuturkan kebijakan ini sementara diterapkan selama dua bulan, dengan tetap melihat perkembangan situasi. Jika setelah Mei ternyata pandemi masih parah dan pedagang belum bisa optimal menjalankan usahanya maka pengurangan retribusi akan diperpanjang.
Adapun besaran pengurangan retribusi kata dia, berbeda-beda untuk setiap pedagang. Beberapa pertimbangan untuk menentukan besaran pengurangan diantaranya jenis dagangan, luas kios atau los dan tipe pasar. "Besaran pengurangan berkisar 25 sampai 75 persen," katanya.
Ia mengakui pada masa pandemi ini banyak pedagang yang memilih tutup. Untuk pedagang yang tutup ini pihaknya juga tetap mengenakan retribusi dengan pengurangan maksimal, yakni 75%.
Pihaknya memberlakukan keringanan retribusi bukannya menggratiskan, dengan pertimbangan agar para pedagang tetap berdagang secara sehat. "Kami dukung dengan penerapan protocol seperti penyemprotan disinfektan dan wastafel cuci tangan," ungkapnya.
Sebelumnya, Kabid Penaataan Pengembangan dan Pendapatan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Gunawan Nugroho, untuk mendukung para pedagang ia juga menyiapkan sistem belanja online.
belanja online akan menggunakan berbagai media, mulai dari aplikasi, marketplace hingga whatsapp. "Kami telah melakukan komunikasi dengan sejumlah vendor, seperti Gojek, Tokopedia dan Titipku," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Google dikabarkan menaikkan harga Pixel 11 yang meluncur 12 Agustus 2026 akibat lonjakan biaya memori dan produksi global.
Harga bawang putih di Pasar Manis Purwokerto kembali naik menjadi Rp50.000 per kilogram. DPKUKM Banyumas terus memantau harga untuk mengendalikan inflasi.
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.