Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Warga Kelurahan Tegalrejo membuat gentong cuci tangan untuk dipasang di depan rumah setiap warga, beberapa waktu lalu. /Ist-Dok Kelurahan
Harianjogja.com, JOGJA- Pandemi corona membuat seluruh elemen masyarakat bahu-membahu memutus penyebaran covid-19, salah satunya dilakukan oleh warga Kelurahan Tegalrejo. Di sini, warga secara swadaya membuat tempat cuci tangan unik yang dipasang di depan setiap rumah.
Lurah Tegalrejo, Juwairiyah, menjelaskan menanggapi situasi pandemi saat ini, warga Tegalrejo banyak yang tergerak untuk melakukan upaya swadaya, berkontribusi dalam memutus rantai penularan. “Penyemprotan di wilayah tiga sampai empat kali dalam seminggu,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Selain itu, beberapa RT di wilayahnya juga ada yang telah berswadaya memberi bantuan kepada warga yang terdampak cukup signifikan selama masa pandemi ini. “Mereka berdonasi dengan dana kas organisasi warga atau donatur warga yang lebih mampu,” ungkapnya.
Di RW 12, Kampung Sudagaran, warga berinisiatif membuat tempat cuci tangan yang kemudian dipasang di depan rumah setiap warga. ia menuturkan untuk pembuatan tempat cuci tangan ini warga menggunakan uang jimpitan yang diambil setiap malam.
Uniknya, tempat cuci tangan ini tidak seperti tempat cuci tangan biasanya. Warga mebuatnya dengan gentong berbahan tanah liat berdiameter sekitar 30 cm, yang memberi kesan tradisional dan njawani. Gentong ini dicat dengan warna merah putih.
Dengan keberadaan gentong cuci tangan di depan rumah setiap warga, diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran warga untuk selalu menjaga kebersihan diri dan keluarga, tidak saja pada masa pandemic corona seperti Sekaran, tapi juga setiap saat.
Di samping itu, ia tetap mengimbau warga untuk mematuhi protokol pencegahan penyebaran covid-19, yakni dengan rajin mencuci tangan, menjaga jarak minimal 1 meter, tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan dan selalu pakai masker saat harus keluar rumah.
Ia mengakui covid-19 telah memberi dampak besar kepada seluruh lapisan masyarakat, baik di sektor kesehatan maupun ekonomi. Sebab itu ia mengapresiasi warga yang masih semangat dalam bergotong-royong membantu sesama dan saling jaga dalam memutus penyebaran corona.
Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, menuturkan dalam penanganan dan pencegahan covid-19, diperlukan upaya bukan saja dari pemerintah, tapi juga kontribusi seluruh masyarakat. Ia berharap seluruh masyarakat tetap menaati protocol.
“Terima kasih kepada seluruh warga dan organisasi yang sudah gotong-royong membantu tetangga dan lingkungan terdekat. Alhamdulillah rasa kebersamaan dan saling peduli terus tumbuh di bumi istimewa Jogja. Kondisi sekarang menguatkan solidaritas kita,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Liverpool diminta Andoni Iraola menekan Atletico Madrid sejak awal laga Liga Champions di Anfield, Rabu malam waktu setempat.
BPS menepis isu manipulasi desil DTSEN untuk menurunkan angka kemiskinan. Desil dan kemiskinan disebut memiliki konsep berbeda.
Polri dan Basarnas memaksimalkan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Manchester City mengalahkan Porto 2-0 di Liga Champions. Erling Haaland memborong dua gol dan membawa City ke puncak klasemen sementara.
Aston Villa mengalahkan Club Brugge 3-2 pada fase liga Liga Champions dan langsung memimpin klasemen sementara dengan tiga poin.