Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Gerakan tanam kedelai yang digelar di Petak 92 Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Banyusoca, Kecamatan Playen, Rabu (11/3/2020)./Istimewa-Dokumen DPP Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul memberikan bantuan unit pengolah pupuk organik (UPPO) kepada tiga kelompok tani (klomtan). Diharapkan bantuan ini bisa mendukung upaya petani dalam memaksimalkan potensi pertanian yang dimiliki.
Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengatakan ada tiga kelompok yang mendapatkan bantuan, masing-masing Kelompok Tani Karangjambu, Dusun Peron dan Kelompok Tani Karangrejo, Dusun Sawahan 2, Desa Bleberan, dan Kelompok Tani Ngudi Rejeki, Desa Bandung. “Tiga bantuan semuanya diberikan di wilayah Kecamatan Playen,” kata Bambang kepada wartawan, Senin (20/4/2020).
Menurut dia, pengelolaan pupuk organik sejalan dengan potensi ternak yang dimiliki Gunungkidul. Sebagai gudang ternak, tidak ada masalah terkait dengan bahan baku karena bahan utama pembuatannya didominasi oleh kotoran hewan. “Bahannya tidak ada masalah karena bisa diambil dari kotoran ternak milik warga,” katanya.
Adapun bantuan yang diberikan terdiri dari kandang sapi komunal, rumah kompos, kantor UPPO, mesin dan motor roda tiga untuk pengangkutan. Keberadaan unit pengolahan ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pupuk organik yang terus meningkat.
Menurut dia, produksi pupuk organik tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan anggota kelompok, tetapi juga bisa dipasarkan kepada petani sehingga ketergantungan terhadap pupuk kimia bisa ditekan. “Untuk awal produksi diharapkan pemasaran untuk petani di sekitar desa, jika sudah jalan bisa dipasarkan lebih luas lagi,” katanya.
Keberadaan pupuk organik sangat dibutuhkan karena membantu dalam upaya penyuburan lahan pertanian. “Kalau tanahnya subur, maka produktivitas lahan bisa lebih baik dan dampaknya terlihat pada masa panen,” katanya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan saat ini para petani mulai menanam untuk musim tanam kedua. Dia mengimbau kepada petani agar tidak fokus menanam padi. Pasalnya, diprediksi curah hujan mulai berkurang seiring pergantian musim dari penghujan ke kemarau. “Jangan hanya padi, tetapi bisa menanam komoditas lain seperti kacang hijau atau kedelai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.