Anggaran Dropping Air BPBD Gunungkidul Makin Menipis
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp10,4 miliar untuk jaminan perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak pandemi Corona. Rencananya, bantuan diberikan dalam bentuk paket sembako selama dua bulan. Adapun bantuan akan diberikan kepada 16.114 penerima manfaat.
Sekretaris Dinas Sosial Gunungkidul, Wijang Eka Aswarna, mengatakan jajarannya sudah mendata calon penerima manfaat bantuan terdampak Corona dari APBD Gunungkidul. Menurut dia, bantuan diberikan kepada pekerja nonformal terdampak, tenaga medis hingga keluarga kurang mampu yang tercecer belum menerima bantuan. “Sudah siap dan ada sekitar 16.114 penerima manfaat yang akan menerima bantuan,” kata Wijang saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/4/2020).
Menurut dia, anggaran yang disediakan mencapai Rp10,4 miliar. Bantuan tidak diwujudkan dalam bentuk uang tetapi dalam bentuk barang. “Dalam bentuk sembako senilai Rp300.000,” katanya.
Rencananya bantuan paket sembako diberikan dalam pekan ini. Namun demikian, Wijang mengatakan, tim dari Dinsos Gunungkidul harus memastikan tidak ada yang menerima dobel bantuan.
Untuk mengurangi potensi duplikasi penerima bantuan, Dinsos terus menyisir dan memadukan data. Pasalnya, bantuan tidak hanya diberikan oleh Pemkab, karena Pemda DIY dan Pemerintah Pusat juga menyalurkan bantuan. “Perlu disisir dulu agar tidak ada yang menerima bantuan dobel sehingga bantuan bisa efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, mengatakan Pemkab harus segera menjelaskan keberlangsungan bantuan kepada masyarakat yang terkenda dampak Corona. Kejelasan ini dibutuhkkan agar ada kepastian terkait dengan program ini. “Hingga sekarang belum jelas. Harus dipastikan dulu bantuannya seperti apa,” kata Heri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Cek tarif dan rute Trans Jogja 2026. Tarif mulai Rp500 untuk pelajar, tersedia pembayaran tunai, kartu elektronik, QRIS, dan GoPay.
Anak usaha UGM, SWAP, bersiap IPO dengan harga Rp130-Rp140 per saham dan target dana Rp45,22 miliar pada September 2026.
Kebakaran di Menteng Dalam, Tebet, menewaskan empat orang. Gulkarmat Jaksel menduga api dipicu fenomena listrik dari ruang mesin fotokopi.
Harga emas Pegadaian Senin 24 Agustus 2026 bervariasi. Antam 1 gram Rp2,782 juta, Galeri 24 Rp2,71 juta, UBS Rp2,774 juta.
Bank Mandiri meminta maaf atas pemblokiran rekening warga Pati yang berisi sekitar Rp80,9 juta dan menjelaskan alasan pemblokiran.