Lonjakan Penumpang KAI saat Long Weekend, Jogja Jadi Destinasi Favorit
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Para perempuan yang terdiri dari warga Kecamatan Ngemplak serta sejumlah pengusaha kuliner di Kecamatan Ngaglik, Sleman merayakan Hari Kartini dengan menyalurkan bantuan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi paramedis di Puskemas Ngemplak, Selasa (21/4/2020).
Harianjogja.com, SLEMAN—Guna mendukung perjuangan paramedis menghadapi pandemi Covid-19, warga dan pelaku usaha di Kecamatan Ngaglik bahu-membahu membantu kebutuhan paramedis. Bantuan disalurkan mulai dari alat pelindung diri (APD) hingga pemberian makanan tambahan (PMT).
Camat Ngemplak Siti Wahyu Purwaningsih mengatakan sistem pendukung tidak hanya dilakukan warga kepada orang dalam pemantauan (ODP) yang dikarantina tetapi juga paramedis yang bekerja di Puskemas. Selain APD, warga juga memberikan PMT untuk meningkatkan imun paramedis agar tidak terpapar virus Corona.
Bertepatan dengan Hari Kartini, Selasa (21/4/2020), Ketua Tim Penggerak PKK Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplal; Pengusaha Hotel Lido Jalan Kaliurang; dan pengusaha kuliner Ayam Bakar Mbah Mo dan Ayam Bakar Arto Moro, berinisiatif membagikan PMT bagi paramedis di Puskemas Ngemplak 1 dan 2. "PMT berupa makan siang dan jus jambu kepada tenaga-tenaga medis ini sebagai wujud kepedulian dan rasa terima kasih mereka," katanya, seusai penyerahan PMT bagi paramedis, Selasa.
Selama ini, kata dia, tenaga medis di Puskesmas menjadi garda terdepan untuk melayani masyarakat. Terlebih saat ini orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang saat ini terus bertambah. "Ini sebagai bentuk dukungan warga kepada mereka [tenaga medis] supaya tetap sehat, kuat dan sabar dalam melayani masyarakat. Memberikan tambahan semangat bagi paramedis," katanya.
Dia berharap, inisiatif para donatur tersebut juga bisa diikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya di Ngemplak, untuk peduli dengan tenaga medis ataupun warga ngemplak yang membutuhkan bantuan. "Dalam kondisi seperti ini, semua potensi yang ada di kecamatan harus saling mendukung satu sama lainnya," kata dia.
Kepala Puskesmas Ngemplak 1 Seruni Anggraini mengatakan dukungan dari warga merupakan vitamin batin bagi paramedis. Selama ini, para tenaga medis masih ada yang khawatir tertular virus Covid-19. Meski begitu, mereka tetap berikhtiar, bekerja sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan.
"Dukungan warga ini menjadi penyemangat bagi kami. Di antara pegawai kami ada yang punya diabetes, punya penyakit jantung, punya bayi, yang tetap khawatir terpapar virus Covid-19. Tetapi mereka tetap melaksanakan tugasnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.