Panen Singkong Gunungkidul Capai 22 Ton per Hektare
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
Foto ilustrasi. /Bisnis Indonesia-Rahmatullah
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dunia usaha benar-benar terpukul oleh penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). Dampaknya, hingga saat ini jumlah pekerja di Gunungkidul yang berhenti bekerja terus bertambah.
Berdasar data dari Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Gunungkidul, hingga Jumat (24/4/2020) ada 38 perusahaan yang melaporkan terkena dampak pandemi Corona. Jumlah ini diprediksi terus bertambah karena sebelumnya hanya ada 24 perusahaan terdampak.
Jumlah karyawan yang dirumahkan dan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pun ikut bertambah. Di awal April, ada 733 pekerja yang dirumahkan dan empat buruh di PHK. Berdasarkan data terbaru dilaporkan ada 1.186 pekerja dirumahkan dan lima orang di PHK.
Kepala Disnakertrans Gunungkidul, Purnamajaya, mengatakan pandemi Corona benar-benar memukul sektor dunia usaha di Bumi Handayani. Hal ini bisa dilihat adanya kebijakan merumahkan karyawan di puluhan perusahaan. “Kami sudah mendapatkan laporan dan terus memantau untuk pendataan,” kata Purnamajaya kepada Harian Jogja, Jumat.
Menurut dia, untuk kebijakan pemberhentian kerja ini masih mengacu pada undang-undang yang berlaku. Purnamajaya berdalih hingga saat ini belum ada diskresi terkait dengan situasi dan kondisi yang diakibatkan Covid-19. “Kami berharap perusahaan bisa memenuhi kewajiban seperti dalam aturan yang berlaku,” katanya.
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Gunungkidul, Budiyana, tidak menampik adanya gelombang pemberhentian, baik yang bersifat sementara maupun tetap dan kondisi ini diprediksi masih akan terus berlangsung. Pasalnya, imbas dari Corona sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan sektor usaha usaha. “Kami sudah memantau di beberapa perusahaan dan ada pekerja yang dirumahkan hingga di PHK,” katanya.
Budiyana mencontohkan salah satu perusahaan di Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, bersiap mem-PHK karyawannya. Kebijakan ini diambil karena usaha lesu karena hasil produksi yang seharusnya bisa diekspor tidak berjalan dengan baik. “Tujuan ekspor hasil produksi perusahaan ini ke Korea dan China, tetapi karena ada wabah Covid-19 maka permintaan berkurang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Google dikabarkan menaikkan harga Pixel 11 yang meluncur 12 Agustus 2026 akibat lonjakan biaya memori dan produksi global.
Harga bawang putih di Pasar Manis Purwokerto kembali naik menjadi Rp50.000 per kilogram. DPKUKM Banyumas terus memantau harga untuk mengendalikan inflasi.
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.