Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Sejumlah warga negara India yang sedang dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan di Masjid jami\' Al-ittihad di Caturtunggal, Depok, Sleman, Rabu (22/4/2020)./Ist\n\n
Harianjogja.com, JOGJA--Salah satu warga India yang terjebak di Sleman karena tak bisa pulang ke negaranya yang kini lockdwon, dipastikn positif terinfeksi Covid-19.
Kasus positif di DIY pada Sabtu (25/4/2020) bertambah sebanyak dua kasus. Salah satu kasus positif tersebut merupakan salah satu dari 15 warga India yang tinggal di Sleman sebagai peserta tablig. “Terinfo satu yang positif,” ujar Juru Bicara Pemda DIY Untuk Penanganan Covid-19.
15 warga India ini sebelumnya telah menjalani rappid tes dan Sembilan diantaranya menunjukkan hasil positif. Sebagai tindak lanjut, Sembilan orang tersebut kemudian diuji PCR, yang kemudian satu diantaranya menunjukkan hasil positif.
Warga India tersebut tercatat menjadi kasus 81, laki-laki berusia 48 tahun. Tambahan satu kasus positif lagi yakni kasus 80, laki-laki berusia 60 tahun, warga Sleman. Ia menuturkan untuk kasus 80, memiliki riwayat kontak dengan kasus positif yang saat ini sedang ditelusuri Dinas Kesehatan Sleman. Maka jumlah kumulatif kasus positif covid-19 DIY sampai saat ini sebanyak 79 kasus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
KPK mendalami aktivitas Sirajudin Lasena di Jakarta sebelum OTT, termasuk komunikasi dengan pihak swasta dan temuan uang Rp130 juta.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Kemenhub mencatat 409 penerbangan terdampak karhutla di Kalimantan pada 14-20 September 2026, naik dari 159 penerbangan
Aldo korban KM Virgo sempat keluar kapal sebelum kembali mengambil tas dan menunggu temannya. Jenazahnya ditemukan setelah 10 hari pencarian.
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.