Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Pelajar di kota Jogja merayakan kelulusannya dengan berkonvoi keliling kota, ada juga yang memilih merayakannya di Tugu Jogja./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Menyusul peraturan pemerintah tentang larangan kegiatan yang mengumpulkan massa, pengumuman kelulusan siswa SMA/SMK di DIY pada Sabtu (2/5/2020) dilakukan secara daring dan tanpa seremoni wisuda.
Kabid Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya memastikan seluruh SMA/SMK di DIY tidak ada yang menggelar pertemuan dan membuat kerumunan untuk seremoni wisuda siswanya pada Sabtu. Sekolah dibebaskan menyampaikan kelulusan siswanya, asal dengan cara daring.
"Semua dilakukan jelas dengan tidak tatap muka, ada yang lewat Whatsapp atau aplikasi sekolah sendiri, tidak ada pertemuan. Jadi kesempatan untuk berkumpul itu kami upayakan tidak ada," kata Didik ketika dihubungi Harian Jogja pada Sabtu (2/5/2020) sore.
Meski begitu, ia belum dapat menyampaikan data keseluruhan dari kelulusan siswa SMA/SMK di DIY. "Belum dapat laporan utuh, beberapa sekolah menyampaikan siswanya lulus semua. Untuk keseluruhannya masih proses direkap," ujarnya.
Salah satu sekolah yang melaksanakan wisuda daring ialah SMKN 2 Jogja. Sekolah kejuruan ini memanfaatkan kanal Youtube untuk menyiarkan secara langsung pengumuman kelulusan.
Streaming Youtube ini dilaksanakan live dari Aula SMKN 2 Jogja yang hanya dihadiri oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan delapan perwakilan siswa setiap kompetensi keahlian sebagai simbolik wisuda dan satu orang tua siswa sebagai wakil orang tua atau wali untuk penyerahan kembali.
Kepala SMKN 2 Jogja, Dodot Yuliantoro menuturkan pada 2020 ini, SMKN 2 Jogja meluluskan 99,68% dari total siswanya, lantaran dua siswa tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan. "Dengan sangat terpaksa kami tidak dapat meluluskan siswa 100 persen dikarenakan dua siswa yang tidak memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan," kata Dodot.
Ia meminta kepada seluruh siswanya yang hari ini lulus untuk senantiasa bersyukur atas kelulusannya tanpa melampiaskan suka cita dengan melakukan hal-hal kurang terpuji dan mengganggu ketertiban umum, seperti konvoi, berkerumun, dan coret-coret.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.