Droping Air Gunungkidul Belum Jalan, Warga Diminta Bersabar
Program droping air di Gunungkidul belum berjalan meski anggaran siap. Penyaluran baru dimulai Juli–Agustus 2026.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pasien positif corona di Gunungkidul bertambah empat pasien sehingga total berjumlah 32 kasus. Hingga saat ini masih ada delapan pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, tambahan empat kasus berasal dari Ponjong satu kasus, Semanu dua kasus dan satunya berasal Wonosari. Tambahan ini berasal dari penularan di Dusun Mokol, Selang dan Dusun Gadungsari, Wonosari. “Ini masuk dalam transmisi lokal,” kata Dewi, Selasa (19/5/2020).
Menurut dia, potensi pertambahan kasus positif masih mungkin bertambah karena adanya tes cepat yang dilakukan secara massal. Untuk tes massal, pihaknya masih menunggu data terbaru karena dari 71 warga reaktif baru keluar hasilnya sembilan. “Sembilan negatif. Sedangkan lainnya masih menunggu. Nanti kalau datanya keluar pasti kami informasikan ke masyarakat,” katanya.
Total hingga saat ini sudah ada 23 kasus positif dinyatakan sembuh. Sedangkan delapan kasus masih dalam perawatan di rumah sakit. “Ada satu pasien yang meninggal dunia,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program droping air di Gunungkidul belum berjalan meski anggaran siap. Penyaluran baru dimulai Juli–Agustus 2026.
PHK 2026 mencapai 23.470 pekerja hingga Mei. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pekerja terdampak PHK terbanyak di Indonesia.
Navee resmi meluncurkan empat skuter listrik baru di Indonesia. Harga mulai Rp7,49 juta dengan jarak tempuh hingga 110 kilometer.
Gempa Filipina menewaskan tiga orang dan memicu peringatan tsunami di Indonesia. BMKG memastikan peringatan dini tsunami telah berakhir.
Said Iqbal dilantik Prabowo sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan. Simak profil, pendidikan, dan rekam jejaknya.
Kemlu memastikan belum ada WNI terdampak gempa M 7,7 di Mindanao, Filipina. Pemantauan dilakukan di Filipina dan Sabah, Malaysia.