Gol Justin Hubner Muncul Bersamaan dengan Kabar Pahit Garuda
Justin Hubner mencetak gol saat Fortuna Sittard menghadapi FC Metz, di tengah kepastian dirinya absen membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Ilustrasi program padat karya/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menunda pelaksanaan Program Padat Karya 2020 dan mengalihkan anggarannya untuk penanganan pandemi Covid-19.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Istirul Widilastuti, mengatakan semua program padat karya ditunda dan difokuskan untuk penanganan kesehatan.
Padahal, pada 2020 Bantul mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp13 miliar untuk 130 lokasi seluruh kecamatan se-Bantul, dengan masing-masing lokasi dianggarkan sebesar Rp100 juta. Sedangkan pada 2019, program padat karya dari dana APBD Bantul senilai Rp19,3 miliar digunakan untuk membangun infrastruktur di 193 lokasi berbeda. “Sementara ditunda dulu pelaksanaannya,” kata Istirul, Rabu (27/5/2020).
Menurut dia, Program Padat Karya bertujuan untuk membuka lapangan kerja bagi keluarga miskin dan direncanakan digelar Mei hingga Juni. Akan tetapi, karena adanya pandemi Covid-19, maka program tersebut belum bisa direalisasikan.
Penundaan program ini, kata dia, tidak hanya kegiatan yang dialokasikan oleh Pemkab Bantul, tetapi juga dari Pemda DIY. “Harapan kami tahun ini tetap bisa terealisasi dan program tetap ada, tetapi sejauh ini kami menunggu arahan dari Pemda DIY,” kata Istirul.
Anggota DPRD Bantul, Supriyono, menyayangkan langkah penundaan Program Padat Karya 2020. Terlebih, proses sosialisasi sudah dijalankan sejak April lalu.
Supriyono mengatakan sejak merebaknya Corona, tingkat kemiskinan meningkat. Oleh karena itu, Program Padat Karya diharapkan dapat menolong mereka yang kondisi ekonominya terkapar. Langkah penundaan itu, menurutnya, tidak tepat untuk situasi sekarang ini. "Di saat suasana ekonomi yang lumpuh seperti ini, program-program menunjang yang tujuannya membantu masyarakat justru tidak muncul. Ini bahaya sekali," kata politikus Partai Bulan Bintang [PBB] itu, Rabu.
Program Padat Karya, kata pria yang akrab disapa Supri ini, dilaksanakan di lebih dari 130 titik. Tiap titik memakan anggaran Rp100 juta. Ia mendesak Bupati Bantul memanggil Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi [Disnakertrans] agar melakukan peninjauan ulang. Hal itu berkaitan dengan visi Pemkab, Makarya Mbangun Desa. Seharusnya, kata dia, program-program yang sifatnya menunjang tak perlu diubah. "Kalau makarya mbangun desa itu ya harus kerja. Ketika irigasi lancar, jalan bagus dan terang artinya bagus. Padat karya pun juga bisa membantu masyarakat terdampak Corona," katanya.(ST 18)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Justin Hubner mencetak gol saat Fortuna Sittard menghadapi FC Metz, di tengah kepastian dirinya absen membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Simak cara memilih platform AI untuk belajar sesuai kebutuhan, mulai dari akurasi informasi, fitur, hingga keamanan data agar belajar lebih efektif.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Minggu 26 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Hugging Face menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan insiden agen AI OpenAI. Simak pengertian, fungsi, sejarah, dan manfaat platform AI ini.
Barcelona menyampaikan duka cita setelah seorang pekerja proyek renovasi Spotify Camp Nou meninggal akibat kecelakaan kerja pada Jumat.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 26 Juli 2026 lengkap rute YIA-Stasiun Tugu Yogyakarta beserta jam keberangkatan terbaru.