Beda Nasib Dua Pasar Kuliner Selama Pandemi

Suasana Pasar Kuliner Imogiri pada Minggu sore (24/5/2020). Tampak masih ada pengunjung yang duduk berdekatan dan tidak pakai masker. - Harian Jogja/hery Setiawan
27 Mei 2020 07:17 WIB Hery Setiawan/ST18 Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Meski sama-sama dikenal sebagai tempat nongkrong anak muda, dua pasar kuliner di Bantul menuai nasib yang berbeda. Pasar Kuliner Imogiri mulai kedatangan banyak pengunjung sejak perayaan Idulfitri. Sebaliknya, Pasar Kuliner Angkruksari justru terpantau sepi.

Pedagang minuman Pasar Kuliner Imogiri, Yati mengungkapkan pengunjung mulai berdatangan sejak Sabtu sore, (24/5/2020). Jumlahnya pun makin meningkat satu hari kemudian. Barang dagangannya saja sampai habis terjual. Imbasnya, pasar kuliner yang sejatinya tutup jam 20.00 WIB akibat Covid-19 akhirnya memperpanjang jam operasionalnya hingga pukul 22.00 WIB.

"Karena kemarin ramai, saya sampai kulakan lagi," ujarnya, Senin sore (26/5/2020).

Sayangnya, keramaian itu tidak diiringi oleh kesadaran pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan. Padahal arahan tertulis sudah tertempel di sejumlah sudut. Masih ada pengunjung yang duduk berhimpitan. Ada pula yang bahkan tidak pakai masker. Petugas pasar kuliner yang seharusnya bisa memberikan imbauan juga tak tampak batang hidungnya.

Mawar dan Salsa, dua pemudi asal Kecamatan Sewon datang ke Pasar Kuliner Imogiri. Mereka duduk berdua saling berhadapan dan sama-sama tidak mengenakan masker. Mereka berdua mengaku penat bila harus berdiam di rumah terus. Akhirnya, mereka pun memutuskan keluar rumah dan menikmati jajanan di sana. "Bosen sih sama isolasi. Terus akhirnya milih keluar, tapi cuma sebentar," kata Salsa, Senin (26/5).

Begitu juga dengan Desi. Ia datang bersama lima orang temannya. Mereka semua duduk berhimpitan memenuhi kursi. Ketika ditanya soal masker, buru-buru keenam pemudi itu langsung menutup mulutnya dengan jilbab.

Kondisi yang kontras terpantau di Pasar Kuliner Angkruksari, Kecamatan Kretek, Bantul. Waktu tempuh dari Pasar Kuliner Imogiri sekitar 30 menit perjalanan kendaraan roda dua. Harian Jogja tiba di sana sekitar pukul 20.00 WIB. Hanya ada satu lapak bakso dan tahu walik saja yang buka. Tak ada satu pun pengunjung yang datang.

Sugeng, pedagang yang masih tersisa di sana mengungkapkan selama pandemi Covid - 19, maksimal hanya 12 lapak saja yang buka. Di hari itu saja, cuma tiga lapak yang buka dan tutup saat sore hari.

Menurut pengamatan Sugeng, sepinya Pasar Kuliner Angkruksari merupakan imbas dari larangan mudik dan penutupan Pantai Parangtritis. Jika dibandingkan Idulfitri tahun lalu, kondisinya sangat berbeda. Tahun lalu, katanya, lapangan parkir penuh sesak kendaraan pengunjung. Mereka adalah pemudik maupun warga DIY yang baru saja pulang berwisata di pantai. "Tahun kemarin itu ramai. Sekarang sepi sekali. Parkiran saja bisa buat main sepak bola," ujarnya, Senin (26/5/2020).

Kondisi tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak masa tanggap darurat Covid - 19 diumumkan. Lapak-lapak yang sebelumnya sibuk melayani pengunjung, kini sepi dari aktivitas jual beli. Hal itu pula yang berdampak pada penurunan pendapatan pedagang. Sugeng sendiri mengaku pendapatannya menurun hingga tiga kali lipat dari biasanya.