Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul mencatat masih ada tiga desa yang belum mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa untuk warga terdampak Covid-19. Tiga desa ini meliputi Kepek dan Karangtengah di Kecamatan Wonosari; serta Desa Watugajah di Kecamatan Gedangsari.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa DP3AKBPMD Gunungkidul, Subiyantoro, mengatakan mayoritas desa di Gunungkidul sudah menyalurkan BLT Dana Desa. Pasalnya, dari 144 desa, hanya tiga desa yang belum mencairkan, sedangan desa lainnya sudah menyalurkan ke masyarakat terdampak. “Tinggal Desa Kepek, Karangtengah dan Watugajah yang belum menyalurkan. Untuk hari ini [Kamis, 28/5/2020] ada 26 desa yang mencairkan tahap pertama sehingga total ada 141 desa yang memberikan BLT Dana Desa,” kata Subiyantoro kepada wartawan, Kamis.
Meski belum mencairkan, tiga desa sudah membuat jadwal penyaluran. Untuk Karangtengah dan Kepek bantuan disalurkan Jumat (29/5), sedangkan untuk Watugajah dijadwalkan pada Sabtu (30/5).
Menurut dia, besaran alokasi dan kuota BLT Dana Desa di setiap desa berbeda-beda disesuaikan dengan peraturan dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Sesuai dengan aturan, kuota maksimal 35% dari total pagu anggaran dana desa yang dimiliki di setiap desa. “Jadi kuotanya disesuaikan dengan dana desa yang dimiliki sehingga setiap desa memiliki kuota yang berbeda-beda,” ungkapnya.
Ditambahkan Subiyantoro, BLT Dana Desa diberikan untuk tiga bulan dengan besaran anggaran per bulan Rp600.000 untuk satu keluarga penerima manfaat. Meski masih ada yang belum mencairkan tahap pertama, tetapi sudah ada tiga desa yang menyalurkan tahap kedua ke masyarakat. “Tiga desa ini meliputi Plembutan, Logandeng [Kecamatan Playen] dan Hargomulyo di Kecamatan Gedangsari,” kata dia.
Kepala Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Bambang Setiyawan, saat dikonfirmasi membenarkan desanya belum mencairkan BLT Dana Desa. Menurut dia, hal itu bukan masalah karena proses penyaluran sudah terjadwal. “Besok [Jumat] kami cairkan. Jadi, tidak ada masalah dalam penyaluran karena juga sudah melalui rapat dengan BPD,” katanya.
Bambang menuturkan di Desa Kepek ada 98 warga yang berhak menerima BLT Dana Desa. “Jumlahnya kami sesuaikan denga aturan karena anggaran dana desa kurang dari Rp1,2 miliar, maka alokasinya hanya 30 persen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Raphinha dicoret dari skuad Brasil jelang laga perdana melawan India setelah mengalami edema otot di paha kanan.
Paspor Indonesia berada di peringkat 56 dunia dengan skor mobilitas 89, sementara Singapura dan Malaysia masuk tiga besar Global Passport Power Rank 2026.
Peneliti OpenAI dan Google DeepMind memperingatkan risiko AI yang mampu mengembangkan diri sendiri dan berpotensi sulit dikendalikan manusia.
Daftar 9 beasiswa luar negeri tanpa batas usia untuk S1 hingga S3, lengkap dengan syarat, cakupan, dan jadwal pendaftarannya.
Fernando Alonso memastikan bertahan di Aston Martin. Simak alasan pembalap 45 tahun itu tetap melanjutkan karier di Formula 1.