Tak Ada Kasus Covid-19 Baru di Gunungkidul Selama 6 Hari

Ilustrasi - Freepik
28 Mei 2020 16:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus positif Covid-19 di Gunungkidul selama enam hari tidak bertambah. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul belum bisa memastikan hal tersebut menunjukan adanya penurunan kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan sudah enam hari ini tidak ada penambahkan kasus positif corona. Pada Kamis (28/5/2020), justru ada penambahan pasien sembuh sehingga kasus positif tinggal sepuluh orang. “Total ada 37 kasus, 26 pasien dinyatakan sembuh, sepuluh orang masih dalam perawatan dan satu pasien dinyatakan meninggal dunia,” kata Dewi kepada wartawan.

Menurut dia, tren bagus ini tak serta merta menunjukan tanda-tanda penurunan penyebaran virus Corona. “Kami belum bisa simpulkan tidak adanya kasus selama enam hari terus jadi bukti kalau kurva penularan sudah menurun. Jadi, potensi penyebaran tetap harus diwaspadai oleh masyarakat,” katanya.

Dewi menambahkan, 30 puskesmas di Gunungkidul terus melakukan rapid test Corona. Tes memungkinkan penambahan kasus sangat besar. Pada Rabu (27/5/2020) ada penambahan 25 warga yang dinyatakan reaktif saat dilakukan tes cepat. Hal inilah yang membuat dinas kesehatan untuk tidak buru-buru menyimpulkan kasus Corona di Gunungkidul dalam tren menurun. “Harus dikaji secara mendalam. Yang jelas, saat ada reaktif tes cepat langsung diambil swab untuk memastikan positif tertular atau tidak,” katanya.

Ia mengatakan, hingga saat ini Gunungkidul memiliki 7.100 unit rapid test yang berasal dari pengadaan mandiri atau bantuan dari Pemda DIY dan Pemerintah Pusat. Dari jumlah ini, baru terpakai sekitar 4.000 alat. “Upaya pengetesan akan kami perluas. Rencananya akan menyasar ke tempat-tempat yang ramai sehingga potensi penyebaran bisa ditekan,” katanya.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan potensi penyebaran corona tetap harus diwaspadai. Protokol kesehatan penanggulangan corona harus terus dijalankan.

“Pencegahan bukan serta merta tugas dari pemerintah, tapi seluruh elemen masyarakat harus ikut berpartisipasi,” katanya.