Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X Berbicara soal penyakit yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2. /Ist-Youtube Humas Jogja
Harianjogja.com, JOGJA-Meski telah direncanakan pada Juli mendatang akan diterapkan new normal, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengaku tidak perlu tergesa-gesa untuk menerapkan new normal, dengan tetap melIhat perkembangan Covid-19 di DIY.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X, menuturkan tidak perlu tergesa-gesa dalam menerapkan new normal. Untuk itu pihaknya masih akan melihat perkembangan kasus covid-19 di DIY. “Selasa [2/6/2020] besok saya masih pertemuan dengan asosiasi. Tidak usah tergesa-gesa,” ujarnya, Jumat (29/5/2020).
Menurutnya, saat ini masih banyak orang yang menunggu untuk diuji laboratorium baik dengan status PDP, orang dalam pemantauan (ODP) maupun orang tanpa gejala (OTG), yang belum diketahui apakah positif atau negatif Covid-19.
“Yang di rumah sakit masih banyak. Kita lihat nanti kecenderungannya gimana. Harapannya negative semua. Kalau sudah memungkinkan turun [kasus positif] dan kita yakin tidak fluktuatif, baru bisa berjalan untuk new normal,” ungkapnya.
Sebelum menerapkan new normal, ia juga ingin memastikan kesiapan hotel dan restoran untuk bisa menerapkan SOP yang telah disepakati sehingga tidak menjadi tempat penularan covid-19. “Bisa tidak mengontrol jarak, fasilitas cuci tangan, kursi-meja dilap secara periodic. Kalau tidak sanggup akan punya problem baru. Ini yang perlu pendekatan lebih spesifik,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap new normal sebagai kondisi bebas tanpa kewaspadaan. Dalam new normal, masyarakat harus tetap mematuhi protokol pencegahan penyebaran covid-19, dengan pembatasan jarak, cuci tangan, pakai masker dan lainnya.
Terkait hal ini Kementerian Dalam Negeri kata dia, membuat perlombaan bagi setiap daerah untuk mengedukasi masyarakat tentang new normal. “Misal masuk restoran harus cuci tangan, duduk dengan jarak tertentu dan lainnya. Menjadi sosialisasi untuk masyarakat,” katanya.
Skema new normal menurutnya tidak saja diterapkan dalam pandemi tapi bsa berlangsung lama. Sebab itu diperlukan pemahaman bersama baik pemerintah maupun masyarakat. “Kehidupan baru bukan hanya karena pandemi, tapi akan terjadi terus,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Pencurian besar di Museum Perhiasan Lalique Prancis: 20 koleksi senilai Rp82 miliar hilang. Pencuri kabur meski alarm berbunyi, polisi selidiki.
Media Brasil hantam Carlo Ancelotti dan Neymar usai kalah 1-2 dari Norwegia. Haaland dipuji, Ancelotti disebut "bencana", Neymar dianggap "skandal".
Rupiah melemah ke Rp17.996 per dolar AS dan semakin dekat level Rp18.000. Penguatan dolar serta sentimen global masih membayangi pasar.
China tanam 66 miliar pohon di Great Green Wall. Hutan buatan tumbuh 66% lebih cepat, tapi hutan alami lebih unggul untuk penyimpanan karbon jangka panjang.
Cara hitung pajak progresif kendaraan: mobil kedua 3%, motor kedua 2%. Simak contoh perhitungan PKB + SWDKLLJ agar tak kaget dengan tagihan pajak!