DIY Puncaki Indeks Demokrasi 2025, Skor Tembus 89,79
IDI DIY 2025 tertinggi nasional dengan skor 89,79. Demokrasi Yogyakarta dinilai inklusif, stabil, dan berkualitas.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Gugus Tugas Penanganan Coivd-19 DIY mengumumkan satu penambahan kasus positif Corona pada Senin (1/6/2020). Kabar baiknya, sebanyak enam kasus dinyatakan sembuh setelah hasil laboratorium negatif sebanyak dua kali berturut-turut.
Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menuturkan pasien baru diidentifikasi sebagai Kasus 239, laki-laki 38 tahun warga Bantul. “Riwayat kasus ini baru kembali dari Sukabumi,” ujarnya.
Adapun kasus sembuh meliputi Kasus 104, laki-laki 79 tahun warga Sleman; Kasus 156, laki-laki 25 tahun warga Bantul; Kasus 163, perempuan 48 tahun warga Kota Jogja; Kasus 223, perempuan 50 tahun warga Gunungkidul; Kasus 224, laki-laki 20 than warga Gunungkidul; dan Kasus 228, laki-laki 25 tahun warga Sleman.
Dengan penambahan ini, total kasus positif DIY menjadi sebanyak 237 kasus, dengan 167 pasien telah sembuh. Sementara total hasil laboratorium negatif sebanyak 1.144 orang dan masih dalam proses sebanyak 153 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IDI DIY 2025 tertinggi nasional dengan skor 89,79. Demokrasi Yogyakarta dinilai inklusif, stabil, dan berkualitas.
KPK memantau usulan pembentukan badan khusus pengelola aset rampasan dalam pembahasan RUU Perampasan Aset dan meminta efektivitasnya dikaji.
Ajax resmi meminjam Marc-Andre ter Stegen dari Barcelona hingga akhir musim 2026/2027 untuk memperkuat lini penjaga gawang.
Peran perempuan dalam memperkuat tata kelola iklim dan kebencanaan di kawasan ASEAN menjadi fokus pembahasan dalam 2nd Talking ASEAN and Regional Dialogue 2026
Kemendagri mengkaji penggunaan Dana Alokasi Umum untuk membantu daerah yang mengalami kesulitan fiskal membayar gaji PPPK.
Pemerintahan Donald Trump mengusulkan penutupan Konsulat Jenderal AS di Medan sebagai bagian dari efisiensi jaringan diplomatik global.