BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL-Kepolisian Resor Bantul masih mendalami kasus pembacokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Sendang Kasihan, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Sampai saat ini sudah sembilan orang saksi yang dimintai keterangan untuk mengungkap pelaku pembacokan yang menewaskan Indro Prasetyo, 43, warga Gondokusuman, Jogja, tersebut.
“Kami masih kumpulkan keterangan saksi-saksi dan bukti. Kurang lebih jumlah saksi yang diperiksa seperti itu [8-9 orang],” kata Kasat Reskrim Polres Bantul, Ajun Komisaris Polisi Ngadi, saat dihubungi Senin (8/6/2020). Proses pemeriksaan saksi-saksi dilakukan di dua lokasi, yakni di Polres Bantul dan Polsek Kasihan untuk mempercepat pengungkapan.
Ngadi mengatakan tidak mudah untuk mengungkap kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan korban jiwa tersebut. Pihaknya perlu berhati-hati. Namun demikian ia meyakini pelaku dapat terungkap dalam waktu dekat.
Menurut dia, saat kejadian berlangsung, di lokasi sekitar Sendang Kasihan juga terdapat sejumlah orang dan ada saksi yang mendengar teriakan pelaku yang menyebut nama korban sebelum melakukan pembacokan. Saat kejadian juga ada seorang perempuan bersama korban.
Kendati demikian pihaknya belum bisa menyimpulkan motif dari pembacokan tersebut karena pelaku belum tertangkap. Soal informasi pekerjaan korban sebagai debt collector (DC), Ngadi tidak menampiknya. Ia belum bisa menyimpulkan kejadian itu terkait dengan pekerjaan korban.
Melihat kronologi dan keterangan saksi, kata Ngadi, motif pembacokan banyak kemungkinan, “Motifnya kita masih dalami ya,” ujar dia.
Sementara itu seorang warga sekitar lokasi kejadian mengungkapkan bahwa korban bukan orang baru melainkan sering mendatangi Sendang Kasihan untuk sekedar nongkrong. Sebelum kejadian, Indro datang pada Jumat Sore, dan selepas maghrib ada seorang perempuan menghampiri Indro di gazebo sebelah timur. “Yang wanita saya tidak kenal,” kata warga yang enggan menyebut identitasnya kepada wartawan.
Ia mengatakan kejadian itu juga cukup cepat. Pelaku datang empat orang dengan dua sepeda motor langsung mencari korban. Pelaku mengenakan pakaian serba hitam, helm, dan penutup wajah. Pelaku datang sekitar pukul 22.30 WIB kemudian langsung menghampiri korban yang sedang duduk di gazebo.
Salah satu pelaku membacok korban dengan celurit di bagian kaki korban, kemudian melarikan diri. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan pertolongan. Darah yang keluar dari kaki korban cukup banyak dan warga sempat mengikatnya di bagian luka korban, kemudian membawa korban ke PKU Muhammadiyah Gamping. Tak lama korban meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026
Desain iPhone 17 Pro kini menginspirasi HP Android. Huawei Nova 16 SE, Itel Power 80, HMD Asha 305, dan Oppo A7 Pro Max hadir dengan harga mulai Rp1 jutaan.
Prabowo menjelaskan SMA Unggul Garuda menggunakan kurikulum IB untuk menyiapkan siswa masuk universitas terbaik dunia.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan seluruh program dan capaian pembangunan di wilayahnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat