PSEL Legok Nangka Rp7,2 Triliun Mulai Dibangun, Olah 2.131 Ton Sampah
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Foto ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA- Keramaian di kawasan Tugu dan Titik Nol pada akhir pekan lalu berbuntut panjang. Provinsi DIY dan Pemkot Kota Jogja pun secara tegas menyatakan pengetatan di kawasan tersebut.
Paling baru, petugas tidak segan memulangkan pengunjung secara sepihak bila kedapatan masuk kawasan Tugu hingga Titik Nol tanpa masker.
Kepala Satpol PP Kota Jogja, Agus Winarto mengatakan akan menurunkan petugas dari wilayah Tugu hingga Titik Nol. Sebanyak 150 personil Satpol PP Kota Jogja hingga Linmas akan diturunkan tertibkan para pelanggar. "Kalau ditemui ada yang tidak pakai masker, mohon maaf akan kami usir dari kawasan Malioboro," jelas Agus pada Selasa (9/6/2020).
Agus mengatakan jumlah personel yang diturunkan belum termasuk petugas dari beberapa pihak lainnya. Selain Satpol PP Kota Jogja, petugas dari TNI, Polri, Satpol PP DIY, Jogoboro, dan petugas Pengamanan Budaya. "Kawasan tersebut kan sudah ditetapkan sebagai area wajib masker, prinsip protokol kesehatan harus ditetapkan baik pengusaha, pedagang, maupun pengunjung wajib mengenakan masker," ujarnya.
Lebih lanjut Agus menegaskan akan mengusir para pelanggar yang memang tidak membawa masker. Menurutnya pertaruhannya terlalu berat efeknya. "Jangan sampai terjadi klaster Malioboro," ungkapnya.
Sebenarnya Agus tidak melarang para pesepeda yang membanjiri kawasan Titik Nol akhir pekan lalu. Namun dia mengimbau para pesepeda jangan berhenti dan bergerombol. "Silahkan unik melintas, mobile saja, jangan berhenti dan bergerombol serta tidak mengindahkan Physical Distancing," tegasnya. Agus juga mengeluhkan para pengunjung yang masih nekat duduk di kursi yang sudah dikasih tali oleh UPT Malioboro, padahal tali itu berfungsi untuk mengatur jarak fisik pengunjung.
Selain itu Agus miris melihat para pesepeda yang banyak tidak membawa anak-anaknya sekitar usia balita tanpa menggunakan masker. "Itu bahaya sekali, kalau untuk anak-anak di bawah umur tidak usah dibawalah," tegasnya.
Agus meminta para pesepeda memakai masker. "Walau kalau berolahraga pakai masker itu pengap, ya setiap 15 menit sekali hirup udara lepas masker terus dipakai lagi," ujarnya.
Menurut Agus, bisa jadi petugas akan memberikan sanksi langsung kepada pengunjung dengan berbagai cara agar menimbulkan efek jera. "Bisa jadi akan kami suruh push up, bersihkan sampah di kawasan Malioboro, sanksi sosial bisa saja kami lakukan," imbuhnya.
Menyangkut penugasan personel di kawasan Tugu hingga Titik Nol akan diterapkan sampai waktu yang belum ditentukan. Semua mengikuti perkembangan kondisi yang ada. "Masyarakat Jogja kesadarannya tinggi, kalau sudah mulai tertib akan kita sambangi saja, kalau masyarakat tertib petugas tidak perlu berjaga di sana," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Menkeu Purbaya menawarkan insentif agar Toyota memindahkan basis manufaktur utama dari Thailand ke Indonesia demi memperkuat industri otomotif.
DPRD DIY menyetujui Raperda yang melarang perdagangan anjing, kucing, kera, kelelawar, musang, dan HPR lain untuk tujuan pangan.
Kemendikdasmen menyebut perpanjangan pendaftaran TKA 2026 memberi waktu lebih bagi siswa untuk mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi impian.
PPATK mencatat LTKM sektor asuransi naik 89,13% pada semester I/2026. Pengamat menilai pengawasan yang semakin efektif menjadi salah satu penyebabnya.
Google menghentikan dukungan aplikasi Chrome secara bertahap hingga Oktober 2028. Simak jadwal penghentian dan dampaknya bagi pengguna ChromeOS.