3.384 Pekerja Korban PHK di Bantul Bakal Terima Bansos Sektoral

Jumali
Jumali Selasa, 09 Juni 2020 22:07 WIB
3.384 Pekerja Korban PHK di Bantul Bakal Terima Bansos Sektoral

Ilustrasi bantuan

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul mengusulkan sebanyak 7.000 orang pekerja di wilayahnya mendapatkan bantuan sosial (bansos) sektoral.

Mereka diusulkan mendapatkan bantuan setelah dinyatakan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja sebagai dampak pandemi Covid-19. "Namun kami belum bisa memastikan ada berapa penerima. Kami memperkirakan yang lolos ada 3.384 penerima. Tetapi saat ini verifikasi masih berjalan dan data ada di Bappeda," kata Plt Kepala Disnakertrans Bantul, Aris Suharyanta, Selasa (9/6/2020).

Menurut dia, data calon penerima bansos sektoral diberikan kepada Bappeda Bantul agar disandingkan dengan data penerima bantuan lain. Sebab, penerima bansos nantinya menggunakan landasan kartu keluarga (KK) dan bukan mengacu kepada by name by personal. "Yang terpenting jangan sampai ada benturan dengan bansos lainnya," katanya.

Meski belum bisa memastikan berapa KK penerima bansos sektoral, Aris tetap berharap pencairan bisa dilakukan secepatnya. "Harapannya penyaluran bisa dilakukan sebelum 30 Juni atau sebelum berakhirnya masa tanggap darurat Covid-19," ucap Aris.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis, mengatakan jajarannya masih mencermati data untuk penerima bansos dalam bentuk paket sembako ini. Selain itu, Pemkab masih penyusunan regulasi. Sebab, jangan sampai penerima bantuan ini juga mendapatkan bantuan lainnya. Adapun untuk frekuensi pemberian bansos, Helmi menyatakan disesuaikan dengan kemampuan Pemkab. "Apakah nanti sekali atau dua kali, akan kami hitung dulu kemampuan keuangan daerah," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online