Taru Martani Bantah Tak Terapkan SUSU, Ini Hasil Pemeriksaan Disnakertrans DIY
PT Taru Martani membantah tak menerapkan SUSU. Manajemen menyebut pemeriksaan Disnakertrans DIY tak menemukan pelanggaran norma ketenagakerjaan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) yang terjangkit positif virus Corona asal Polda DIY berjumlah sembilan orang.
Dari sembilan orang tersebut, delapan orang tengah dirawat di RS Bhayangkara dan seorang lainnya sudah dinyatakan sembuh.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menjelaskan kesembilan orang yang positif Covid-19 itu merupakan bagian dari 19 siswa yang mengikuti pendidikan SIP di Sukabumi. Karena situasi pandemi, katanya, mereka dipulangkan ke Polda masing-masing sejak April lalu.
Selanjutnya, para siswa SIP ini melanjutkan belajar secara daring di Sekolah Polisi Negara (SPN) Selopamioro Bantul. Mereka tiba di SPN pada 26 April lalu. "Ketika sampai di SPN mereka menjalani rapid test. Rapid test pertama hasilnya 14 orang non-reaktif, lima reaktif," katanya, Jumat (12/6/2020).
Menurut Yuli, lima orang yang dinyatakan reaktif dilanjutkan dengan uji swab di mana semua hasilnya negatif. Pada rapid test kedua, lanjut Yuli, hasilnya 16 orang non-reaktif, tiga reaktif. "Dari tiga reaktif kemudian diswab dan hasilnya satu positif [Covid-19]," katanya.
Setelah mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara, kata Yuli, siswa yang dinyatakan positif tersebut dinyatakan sembuh. Tidak berhenti di sana, ke 19 siswa menjalani rapid test ketiga di mana hasilnya sembilan orang reaktif. "Nah, yang sembilan ini menjalani uji swab pada 9 Juni lalu, hasilnya delapan positif [Covid-19]. Saat ini sudah ada di RS Bhayangkara," kata Yuli.
Dia memastikan tidak ada pengajar di SPN Selopamioro yang positif Covid-19. Meskipun delapan siswa yang positif tengah dirawat di RS Bhayangkara, namun siswa lainnya masih berada di SPN dan tetap menjalani proses belajar secara daring. "Kalau tertularnya [dari mana] yo nggak tahu, wong viruse ra ketok je," kata Yuli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Taru Martani membantah tak menerapkan SUSU. Manajemen menyebut pemeriksaan Disnakertrans DIY tak menemukan pelanggaran norma ketenagakerjaan.
Event di Jogja dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi kreatif dengan membuka peluang bagi UMKM, pekerja seni, dan pelaku usaha kreatif.
Pernikahan di Ngaglik cenderung menurun. Pendidikan dan kesiapan ekonomi menjadi pertimbangan calon pengantin sebelum menikah.
Pasar tenaga kerja AS hanya bertambah 29.000 pekerjaan pada September 2026, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%.
Xavi Hernandez mengkritik jadwal internasional yang membuat Belanda menjalani empat laga UEFA Nations League dalam 11 hari.
Basement Transhome Sleman masih mengeluarkan asap dan bersuhu tinggi. Petugas melakukan pendinginan serta pemantauan dari luar.