Kolaborasi Donati-SoulCha di GPFE 2026 Jogja, Pameran Jadi Lebih Hidup
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menilai sejumlah klaster penyebaran Covid-19 sudah selesai. Saat ini, fokus tracing dilakukan bagi pelaku perjalanan non klaster.
Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan sejumlah klaster penyebaran Covid-19 seperti jemaah tabligh, Indogrosir dan pedagang ikan dianggap selesai seiring tidak ditemukannya kasus-kasus baru di klaster tersebut. "Beberapa klaster JT, IG, gereja dan pedagang ikan sementara kami anggap selesai. Saat ini kami fokus tracing kasus-kasus positif baru non klaster," kata Joko saat ditemui, Selasa (23/6/2020).
Sekadar diketahui, pada April lalu Dinkes mengklasifikasi sumber penyebaran Covid-19 di Sleman setidaknya pada sembilan klaster. Paling tinggi berasal dari klaster Jakarta (17 kasus), Bali (2 kasus), Balanda, Swiss, Dubai dan New Zealand masing-masing satu kasus. Selain itu, Semarang, Surabaya, dan Tangerang masing-masing satu kasus.
Belakangan muncul klaster besar akibat transmisi lokal, meliputi Jemaah Tabligh, Indogrosir dan Pemasok Ikan. Dinkes pun melakukan rapid test massal untuk ketiga klaster tersebut dengan ribuan orang sasaran. Mulai anggota jemaah tabligh (klaster JT), karyawan, keluarga hingga pengunjung Indogrosir (klaster IG) dan ratusan pedagang pasar (klaster Pemasok Ikan).
Berdasarkan catatan Harian Jogja, kasus Jamaah Tabligh di Kabupaten Sleman terdiri dari 24 kasus. Dari jumlah itu terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 18 kasus. Untuk klaster Indogrosir warga Sleman yang positif Covid sebanyak 15 kasus sementara klaster pemasok ikan hanya 1 kasus yang dinyatakan positif Covid.
"Untuk klaster pemasok ikan kami sudah melakukan rapid test massal di 14 pasar. Lebih dari 710 yang mengikuti RDT. Hanya satu yang positif itupun bukan termasuk pedagang yang kami sasar, tapi inisiatif pribadi karena pernah kontak dengan pemasok ikan," katanya.
Saat ini, kata Joko, Dinkes fokus melakukan penelusuran bagi pelaku perjalanan. Temuan kasus positif Covid-19 bagi pelaku perjalanan ini terjadi dalam beberapa hari terakhir. Di mana Satgas Covid-19 DIY mencatat kasus positif Covid-19 dialami seorang laki-laki (kasus 279) berusia 42 tahun warga Sleman. Ia terjangkit Covid-19 setelah melakukan perjalanan dari Timika, Papua. Temuan warga Sleman lainnya, seorang laki-laki (Kasus 281), berusia 32 tahun terjangkit Covid-19 usai melakukan perjalanan dari Palembang.
Selain itu, Kasus 283, seorang laki-laki, usia 40 tahun dengan riwayat perjalanan dari Palembang dan bertemu dengan tamu yang berasal dari Semarang. Terakhir, laki-laki usia 37 tahun yang diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Salatiga. Mereka kemungkinan pemudik atau pelaku perjalanan dalam rangka pekerjaan.
"Kami tetap berusaha kontak dengan dinas kesehatan daerah asal, meski lebih fokus tracing yang di lokal. Sebab sesuai prosedur, tracing dilakukan bagi yang melakukan kontak erat dengan pasien positif," kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Cek daftar harga HP Samsung Galaxy S dan Z Series terbaru 26 Agustus 2026, mulai Galaxy S25 hingga Z Fold8 Ultra.
Dokumen TPST Wukirsari Gunungkidul rampung. Lelang ditargetkan Oktober dan pembangunan diharapkan dimulai awal 2027.
Stok beras pemerintah mencapai 5,1 juta ton. Bapanas memastikan cadangan pangan nasional aman menghadapi dampak El Nino.
IHSG melemah 0,32% ke 6.480,58 pada Rabu pagi. Sebanyak 395 saham turun, sementara investor mencermati sentimen FTSE Russell.
Kasus korupsi Unsoed mengungkap celah jalur mandiri PTN. KPK menetapkan enam tersangka dan pengawasan perguruan tinggi didorong diperkuat.