Alasan Siswa Sekolah Rakyat dari Gunungkidul Belajar di Sleman-Bantul
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Wisatawan mengunjungi Pantai Kukup saat masa percobaan new normal, Gunungkidul, Minggu (28/6/2020)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jumlah pengunjung di kawasan pantai Gunungkidul pada Minggu (5/7/2020) membeludak, melebihi kuota 7.000 pengunjung dalam satu hari. Wacana membuka akses destinasi pantai lain digulirkan untuk memecah keramaian di satu lokasi.
Usulan untuk segera membuka destinasi lain disuarakan oleh Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho. Ia mendesak pemkab segera membuka destinasi wisata pantai lain agar kunjungan tidak menumpuk di lokasi tertentu. “Segera dibuka akses pantai yang lain, apalagi pada Minggu kemarin, jumlah pengunjung pantai melebihi kuota yang telah ditetapkan,” kata Heri, Senin (6/7/2020).
BACA JUGA: Bermodal Jimat Huruf Arab, Eks Kondektur Bus AKAP Tipu 7 Asisten Rumah Tangga
Hingga saat ini baru Pantai Baron dan Kukup yang dibuka untuk menerima kunjungan dengan pembatasan jumlah kunjungan untuk menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, sebagaimana tertuang dalam tata laksana sektor kepariwisataan di era normal baru.
Heri mengatakan animo masyarakat yang tinggi untuk mengunjungi pantai menjadi. “Tentunya sulit. Masak calon pengunjung yang sudah berada di depan pintu masuk mau ditolak?” katanya.
Dia menilai dengan dibukanya destinasi lain, akan ada altenarif lokasi untuk pengunjung bermain di lokasi pantai. “Kami dorong agar segera dibuka. Jadi, penumpukan bisa dipecah dengan diarahkan ke pantai yang lain,” katanya.
BACA JUGA: Takut Dikucilkan, Banyak Pedagang di Bantul Kabur dari Pasar untuk Hindari Rapid Test Corona
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan jumlah kunjungan wiasta pantai pada Minggu kemarin mencapai 7.664 orang. Jumlah ini melebihi kuota. “Ini jadi catatan kami untuk mencari cara agar dalam pelaksanaan bisa sesuai dengan aturan yang telah disepakati bersama,” katanya.
Menurut dia, ada juga pengunjung yang mendatangi lokasi wisata selain di Pantai Baron dan Kukup. “Sudah ada yang melebar ke pantai di sisi timur Kukup,” katanya.
Hary mengakui masih terus melakukan sosialiasi serta mempersiapkan segala kebutuhan dalam pelaksanaan sektor kepariwisataan di era normal baru sebelum membuka destinasi wisata lain. “Sudah banyak lokasi yang kami sosialisasikan, salah satunya di Pantai Drini. Jadi, meski belum resmi dibuka, pokdarwis sudah paham tentang tata cara menerima kunjungan pada saat ada pengunjung yang nekat ke sana,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.