Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Dita Leni Ravia saat ditemui di rumahnya, Selasa (7/7/2020)-Harian Jogja/Hery Setiawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang remaja asal Gunungkidul bernama Dita Leni Ravia, 17, mendadak viral. Namanya terbilang unik karena dalam bahasa Indonesia ditaleni berarti diikat dan ravia berarti tali rafia. Dengan demikian namanya berarti diikat tali rafia.
Dita, sapaannya adalah putri pertama dari pasangan Suro, 45 dan Emy, 39. Dita lahir pada 5 September 2002. Dia punya adik laki-laki yang baru saja duduk di bangku SD. Mereka sekeluarga tinggal di Dusun Widoro, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul. Saat ini, Dita berstatus sebagai pelajar kelas 3 di SMK N 1 Saptosari jurusan otomotif.
BACA JUGA: Kisah Hasan Merkids, Dulu Preman Jogja Tanpa Belas Kasihan, Kini Berbuat Kebaikan Tanpa Batas
“Sebenarnya dari dulu banyak yang bilang nama saya unik. Orang-orang sekitar sini sudah pada tahu. Baru sekarang saja viral,” ujar Dita ketika ditemui Harian Jogja, Selasa (7/7/2020).
Berkat namanya yang unik, ia pun mendadak terkenal. Ia juga mengaku tak keberatan dengan pemaknaan “diikat tali rafia” oleh orang-orang.
Ketika ditanyai bagaimana kehidupannya di sekolah, Dita mengatakan teman-temannya terbilang suportif. Dita adalah satu-satunya perempuan di antara teman sekelasnya yang semuanya laki-laki. Ia sama sekali tidak mendapat tindakan usil lantaran namanya itu. Ia justru bersyukur karena namanya bisa viral. “Saya malah bersyukur sama nama itu karena bisa mengharumkan nama sekolah dan orang tua juga,” katanya.
BACA JUGA: Tol Solo-Jogja-Bawen Jalan Terus, Begini Perkembangan Terbarunya
Kendati begitu, nama Dita Leni Ravia masih sering dipertanyakan keasliannya. Banyak yang mengira nama tersebut terkesan bercanda dan main-main. Seperti saat mendaftar sekolah atau pergi ke puskesmas. Petugas setempat harus menanyakan ulang kebenaran nama tersebut.
Tak terkecuali, di media sosial. Banyak orang yang sering mempertanyakan kebenaran namanya. Bahkan, kata Dita, ada yang sempat mengejek namanya. Dita pun memilih tidak menghiraukan respons negatif itu. Toh, menurutnya, nama adalah pemberian orang tua yang patut disyukuri.
“Ya kadang ada saja yang komentar aneh-aneh di Instagram. Saya biarin aja,” ujar remaja yang bercita-cita sebagai pramugari tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.