Siswa SD Meninggal Seusai Tertimpa Patung di Museum Ronggowarsita
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan tetap mencari rumput di area Objek Wisata Bukit Klangon pasca erupsi Gunung Merapi yang ketiga kali, Sabtu (28/3/2020) pagi./Ist
Harianjogja.com, SLEMAN--Gunung Merapi kembali ramai diperbincangkan. Setelah lama tertidur, gunung yang meletus hebat pada 2010 lalu itu mulai menunjukkan perubahan bentuk fisik. Hal tersebut menyusul munculnya laporan bahwa terjadi penggembungan pada badan gunung.
Juru kunci Gunung Merapi, Bekel Anom Suraksosihono menilai bahwa gejala itu masih terbilang wajar. Penggembungan, katanya hanya bisa terlihat jelas bila diamati dengan peralatan.
“Kalau menurut saya masih biasa-biasa saja. Memang, kalau diamati betul pakai alat, keliatan jelas kalau ada penggembungan. Tapi kalau dilihat sekilas itu enggak begitu keliatan. Aktivitas gunung pun masih terlihat wajar,” kata laki-laki yang akrab disapa Mas Asih itu kepada Harianjogja.com, Minggu (12/7/2020).
Kendati begitu, ia tetap mengimbau kepada warga setempat agar selalu waspada. Warga diminta tidak lalai terhadap gejala apapun yang muncul dari Gunung Merapi. Apalagi, saat ini informasi terbaru seputar aktivitas vulkanik Gunung Merapi lebih mudah didapatkan.
Selain itu, ia juga meminta kepada siapapun untuk tidak takut atau panik. Di saat yang sama warga juga harus mematuhi radius aman 3 km dari puncak Merapi. Termasuk kepada warga setempat yang sering mencari rumput di lereng Merapi.
Sejak dilaporkan terjadi penggembungan, belum ada perubahan status bahaya atau potensi terjadi bencana. Namun, pemerintah daerah Sleman justru sudah ancang-ancang dengan merancang ulang langkah mitigasi bencana yang sesuai dengan protokol kesehatan Covid - 19. Ketika diminta tanggapan soal itu, Asih, selaku juru kunci Merapi menyambutnya secara positif.
Asih mengatakan saat ini masyarakat punya inisiatif lebih tinggi. Ketika muncul gejala vulkanis seperti asap atau getaran dari arah Merapi, warga tak perlu menunggu komando untuk menyelamatkan diri. Masyarakat juga terbantu oleh wawasan lokal tentang pengamatan arah letusan.
“Kalau semisal dilihat dari sini arah anginnya ke barat, utara, atau timur itu artinya aman. Nah, kalau arahnya ke selatan, masyarakat pun juga gak perlu terlalu panik. Masyarakat yang penting tenang dulu terus pelan-pelan menjauhi bahaya,” katanya.
Meski begitu, ia akui bahwa letusan hebat pada tahun 2010 menghasilkan trauma yang begitu mendalam bagi sebagian warga. Akibatnya, ada juga warga yang lari begitu mendengar suara dentuman dari puncak Merapi.
BACA JUGA: Buntut Pusat Longgarkan Aturan, Benur di Perairan Gunungkidul Mulai Diburu Nelayan
Sebelumnya, Kepada Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi [BPPTKG], Hanik Humaida membenarkan bahwa memang terjadi penggembungan atau deformasi pada tubuh Merapi.
Konsekuensi dari Deformasi, katanya ada dua. Pertama, peningkatan potensi erupsi eksplosif. Kedua, deformasi juga dapat menimbulkan kubah lava. Sementara itu deformasi tidak menimbulkan peningkatan potensi terjadinya letusan besar. “Letusan tidak tahu kapan terjadi, tetapi potensinya masih sama dengan erupsi eksplosif pada 2019 lalu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.