Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Kondisi Sungai Besole yang tercemar limbah tahu seperti terlihat Kamis (28/2/2019)./Harian Jogja-Dokumen
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pencemaran limbah di Kali Pancuran di Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari, menimbulkan polemik. Muncul saling tuduh antarwarga berkaitan dengan pemicu pencemaran sungai tersebut.
Ketua Program Kali Bersih (Prokasih) Siraman, Sukardi, mengatakan pencemaran di Kali Pancuran sudah berlangsung lama. Ia menduga pencemaran dipicu aktivitas pabrik tahu dan tempe yang membuang sisa hasil produksi secara sembarangan.
Pencemaran tersebut berdampak terhadap ekosistem sungai. Air sungai keruh dan berbau menyengat. Kondisi ini berdampak terhadap habitat ikan di sungai. “Sudah delapan tahun masalah limbah tak terselesaikan. Dulu banyak ikan di sungai, tetapi sekarang sudah jarang,” katanya kepada wartawan, Rabu (15/7/2020).
Menurut dia, menyelesaikan masalah pencemaran sudah dilakukan. Tetapi hingga sekarang belum ada solusi. “Musyawarah tidak hanya melibatkan warga Besari, Kalurahan Siraman, tetapi juga warga di Dusun Sumbermulyo, Kalurahan Kepek,” katanya.
Koordinasi kedua dusun dilakukan karena di dua wilayah itu ada industri tahu dan tempe. Hanya, menurut Sukardi, usaha yang dijalankan warganya sudah menaati aturan dengan membuat instalasi pengolahan air limbah [IPAL] sehingga tidak dibuang ke sungai. “Yang di hulu [usaha pabrik di Dusun Sumbermulyo] masih membuang ke sungai sehingga airnya tercemar. Ini harus diselesaikan sehingga pencemaran sungai bisa dihilangkan,” katanya.
Pernyataan berbeda diungkapkan oleh Kepala Dusun Sumbermulyo, Dhoris Setiawan. Menurut dia, di wilayahnya ada usaha pabrik tahu dan tempe, tetapi pengusaha sudah tertib membuang limbang ke saluran IPAL yang dimiliki. “Limbahnya sudah dikelola di IPAL. Kalau pun air ada yang dialirkan ke sungai itu sudah melalui proses pengolahan dan dinyatakan aman oleh pihak terkait,” katanya.
Menurut dia, pengecekan IPAL juga dilakukan secara berkala sehingga keberadaannya dapat berfungsi dengan normal. “Untuk mencari sumber pencemaran lebih baik ditelusuri bersama di Kali Pancuran hingga wilayah di dekat Pasar Wonosari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.
Turki vs Italia di Nations League 2026 digelar di Bursa. Simak jadwal, kondisi pemain, perkiraan susunan, dan rekor pertemuan kedua tim.