Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Anak Sungai Serang di Kalurahan Banyuroto yang kembali jernih setelah sebelumnya tercemar saluran lindi TPA Banyuroto, Minggu (2/2/2025).
Harianjogja.com, KULONPROGO–Anak Sungai Serang di Kalurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan kembali jernih setelah sebelumnya tercemar saluran lindi tempat pembuangan akhir (TPA) disana. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Persampahan dan Pertamanan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak cepat untuk melakukan penutupan saluran lindi dan perbaikan pengolahan limbah setelah mendapati laporan pencemaran yang menyebabkan banyak ikan mati di sana.
Kepala UPTD Persampahan dan Pertamanan DLH Kulonprogo, Budi Purwanta menjelaskan setelah mendapat laporan terkait dugaan pencemaran itu langsung meninjau lokasi. Saat itu juga saluran lindi ditutup pada Jumat (31/1/2025) kemarin yang disusul perbaikan instalasi pengolahan limbah.
Budi menerangkan pihaknya juga melakukan pengairan tambahan di saluran yang terkena limbah itu. “Pengairan ini agar saluran yang ada limbahnya terbilas dan cemarannya tidak menetap di titik tersebut,” paparnya.
Pencemaran anak Sungai Serang oleh lindi itu, klaim Budi, baru kali itu terjadi. Penyebab pencemaran adalah tersendatnya lindi di titik itu karena debit air di sana tidak mengalir maksimal.
Debit yang tak maksimal itu disebabkan hujan lama tak turun sehingga lindi yang dialirkan tersendat di sana. “Atas kejadian pertama ini kami lakukan evaluasi, sedang kami siapkan rencana jangka panjang juga agar tidak terulang,” ungkapnya.
Rencana jangka panjang itu antara lain, jelas Budi, memperpanjang instalasi pipa lindi agar tidak alirannya lebih lancar dan tidak tersendat lagi. Perbaikan instalasi pengolahan limbah juga dimaksimalkan agar lindi yang keluar kualitasnya lebih baik dan tidak mencemari,” tuturnya.
Budi menyebut DLH Kulonprogo juga sedang melakukan kajian lebih dalam lagi terkait pengolahan limbah ini. “Dari kajian ini nanti jadi bahan kami melakukan perbaikan lebih jauh lagi,” katanya.
Sementara salah satu warga Padukuhan Sambiroto, Kalurahan Banyuroto, Sumarmo membenarkan anak sungai yang beberapa waktu tercemar sudah kembali jernih. “Sudah ada upaya perbaikan jadi kini lebih jernih lagi,” ujarnya.
Sumarmo menyebut perlu ada perbaikan yang permanen atas saluran limbah yang dibuang ke anak Sungai Serang itu. “Terutama biar enggak ada kejadian seperti ini lagi, karena kemarin banyak ikan yang mati,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.