Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kulonprogo tengah mendata salah satu gelandangan yang terciduk dalam penertiban gelandangan dan pengemis di Alun-Alun Wates, Senin (28/1)/ Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO–Gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kulonprogo mengalami peningkatan jumlah di sejumlah lokasi. Sebagian bahkan dilaporkan masyarakat ke Satpol PP telah mengganggu ketertiban dan kenyamanan.
Satpol PP Kulonprogo mencatat tempat umum yang mengalami peningkatan gepeng selama Ramadan ini berada di Alun-alun Wates, Simpang Empat Dekso di Kapanewon Kalibawang, hingga sejumlah jalan di Kapanewon Wates. Razia akan dilakukan untuk menertibkan kelompok tersebut.
Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum, Satpol PP Kulonprogo, Alif Romdhoni mengatakan, penertiban gepeng tidak hanya menyasar pengamen, tapi juga manusia boneka, hingga anak punk. Sebab, berdasarkan laporan masyarakar dan pantauan Satpol PP, kelompok tersebut sudah meresahkan, utamanya pengendara jalan.
Alif menambahkan, gepeng yang beroperasi di Kulonprogo, jelas Alif, 90 persen berasal dari luar daerah. Jumlah gepeng tersebut meningkat lebih dari 50 persen selama Ramadan. Untuk penertiban gepeng, Satpol PP Kulonprogo menjalankan fungsinya sesuai Perda No.4/2013 tentang Ketertiban Umum.
“Rencananya [operasi] akan dilakukan sebelum lebaran agar saat hari raya nanti lebih tertata dan tertib,” terangnya.
Menurut Alif, razia gepeng akan dilakukan dua kali pada pekan ini. Operasi akan menyasar tempat-tempat umum yang sudah dilaporkan masyarakat. “Secara regulasi dari provinsi juga melarang gepeng, di Kulonprogo ini juga jadi pintu masuk kelompok ini ke Kota Jogja dari luar daerah,” katanya.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kulonprogo, Agus Suprihanta menyebut masih membuka aduan terkait gangguan gepeng ini.
“Masyarakat dapat melaporkannya ke kami untuk kami data titik-titiknya kemudian kami gelar operasi,” katanya.
Agus berharap peran serta masyarakat dalam penertiban gepeng mendekati lebaran ini.
“Secara regulasi memang ada larangan menggelandang dalam Perda Ketertiban Umum, partisipasi masyarakat untuk melaporkan akan sangat membantu kami agar seluruh titik terdata,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 13 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Daftar lengkap lokasi pemadaman listrik sementara di Yogyakarta, Sleman, Sedayu, dan Gunungkidul pada Rabu, 13 Mei 2026. Cek jadwal pemeliharaan jaringan PLN di
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Rabu 13 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.