Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Pengemis - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja terus berupaya menangani gelandangan dan pengemis (gepeng). Upaya preventif, rehabilitasi hingga reintegrasi sosial dilakukan untuk menekan keberadaan gepeng.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Jogja, Wirawan Hario Yudho, menjelaskan dalam upaya penanganan gepeng, jajarannya melakukan berbagai upaya seperti penertiban dan penanganan.
"Untuk penertiban rutin dilakukan oleh Satpol PP Kota Jogja berdasar Perda DIY No.1/2014 tentang Penanganan Gepeng," ujarnya, Rabu (24/7/2024).
Adapun, upaya preventif dilakukan dengan memberikan pelatihan keterampilan, perluasan kesempatan kerja, serta memberikan edukasi kepada masyarakat. "Upaya rehabilitasi seperti bimbingan mental, bimbingan fisik, serta pembinaan berkelanjutan sehingga para gepeng ini memiliki kemampuan untuk hidup secara layak," katanya.
Untuk reintegrasi sosial dilakukan dengan pengembalian kepada keluarga sehingga dapat menjalankan fungsi sosialnya dengan baik sebagaimana masyarakat pada umumnya. "Ketika ada warga Kota Jogja setelah dari camp asessment Dinas Sosial DIY, maka akan dikembalikan ke keluarga dan diberi motivasi agar tidak kembali mengemis atau menggelandang," katanya.
Selain itu, Wirawan juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan uang maupun bantuan kepada gepeng karena membuat mereka betah hidup di jalan. “Salurkan uang atau bantuan melalui lembaga seperti di panti, baznas atau lembaga lainnya. Kalau diberikan di jalan hanya akan melestarikan mereka dan merusak citra Kota Jogja,” katanya.
Kabag Kesejahteraan Rakyat Pemkot Jogja, Renaningtyas, mengatakan penanganan gepeng membutuhkan kolaborasi dan sinergi dari semua pihak. Menurutnya, permasalahan gepeng merupakan isu yang kompleks dan membutuhkan penanganan yang komprehensif
Ia berharap dengan adanya kolaborasi dan sinergi dari semua pihak, permasalahan gepeng di Kota Jogja dapat ditangani dengan optimal. “Penanganan gepeng tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemkot Jogja, penanganannya harus dilakukan bersama dan efektif," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.