Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Ilustrasi aktivitas manusia silver di Jogja. Ist/X/GabrielCor
Harianjogja.com, JOGJA—Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta meminta Organiosasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menggiatkan kembali razia manusia silver. Hal ini sebagai respon keluhan warga atas keberadaan manusia silver yang kembali marak terjadi di Kota Jogja.
Anggota Forpi Kota Jogja, Baharuddin Kamba, menjelaskan OPD terkait perlu menggelar razia manusia silver secara rutin diberbagai titik yang kerap jadi langganan manusia silver beraksi. “Hal ini perlu dilakukan untuk menciptakan ketentraman dan kenyamanan masyarakat khususnya pengguna jalan,” ujarnya, Rabu (2/10/2024).
BACA JUGA: Viral Gelandangan Tidur di Plengkung Gading, Satpol PP Jogja Bergerak
Dari laporan masyarakat beberapa waktu lalu, manusia silver sudah mengganggu kenyamaan warga khususnya pengguna jalan dengan menggebrak kendaraan dan menggoreskan cat. “Manusia silver tidak perlu memaksa pengguna jalan untuk memberikan sejumlah uang. Apalagi dengan cara yang tak pantas, misalnya, menggebrak kendaraan,” katanya.
Ia juga menyoroti besarnya penghasilan dari manusia silver yang cukup menggiurkan, karena dalam sehari bisa mendapatkan uang ratusan ribu rupiah. “Bahkan ada yang mencapai Rp600.000 sehari. “Sangat menggiurkan,” paparnya.
Beberapa waktu yang lalu pihak Satpol PP Kota Jogja sudah merazia manusia silver. Namun, seakan tidak ada efek jera bagi manusia silver lainnya untuk melakukan hal yang sama yakni mengemis dengan modus manusia silver.
“Pihak OPD terkait perlu pembinaan dan membuat pernyataan secara tertulis untuk tidak melakukan hal yang serupa. Atau sanksi sosial lainnya. Jika tetap melanggar maka dapat ditempatkan ke shelter atau camp assesment milik Dinas Sosial DIY agar dapat diberikan pembinaan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Respons Aduan Masyarakat, Satpol PP Sleman Datangi Pemulung di Bawah Jembatan Denggung
Sebelumnya, Kepala Seksi Pengendalian Operasional Satpol PP Kota Jogja, Yudho Bangun Pamungkas, menuturkan pihaknya telah menjaring total sebanyak 18 manusia silver sepanjang 2024 hingga bulan September ini. Setelah ditangkap, mereka dikirimkan ke camp assessment Dinas Sosial DIY.
Beberapa lokasi yang kerap dijadikan tempat beroperasi manusia silver sebagian besar di seputaran Kleringan, Abu Bakar Ali dan Jalan Mataram. “Kalau tempat lain perempatan dekat Jladran itu juga sering, lalu di seputaran SGM sudah beberapa kali juga,” paparnya.
Ia juga mengakui beberapa manusia silver masih kembali beraksi setelah terjaring razia. Seperti pada penangkapan terakhir pada Minggu (29/9/2024) lalu di jalan Mataram. “Kami menangkap dua orang, salah satunya sudah pernah terjaring razia pada bulan Juli,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Harga Dexlite dan Pertamina Dex turun mulai Juli 2026. Simak perbandingan harga solar Indonesia dengan Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Kejagung, kasus MBG, Makan Bergizi Gratis, Badan Gizi Nasional, BGN, LMI tersangka, korupsi MBG, Kejaksaan Agung, food tray, ompreng, SPPG, Jampidsus, tata kelo
Klaim The Simpsons memprediksi final Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Portugal ternyata hoaks yang kembali muncul di media sosial.
PT BPR Bank Bantul (Perseroda) menggelar Turnamen Tenis Meja antar Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daera
Foto atau video terhapus dari HP Android dan iPhone belum tentu hilang permanen. Simak cara memulihkan file dengan mudah dan aman.