6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun. /Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN- DPP PDI Perjuangan akhirnya memilih Kustini Sri Purnomo sebagai calon kepala daerah (Cakada) pada Pilkada Sleman. Istri Bupati Sleman Sri Purnomo ini akan berpasangan dengan kader PDI Perjuangan, Danang Maharsa.
Usai ditunjuk sebagai calon kepala daerah PDI Perjuangan, Kustini mengaku jika hal itu merupakan amanah yang harus diperjuangkan. Tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Sekjend DPP PDI Perjuangan Hasto, Ketua DPD PDIP DIY Nuryadi dan Ketua DPC PDIP Sleman Koeswanto atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Dia mengaku siap mengembang amanah tersebut. "Ini sebuah kehormatan dan sebagai bentuk amanah yang harus diperjuangkan. Ini adalah amanah rakyat, kita diminta harus menang dan sukses (pada Pilkada mendatang)," kata Kustini, Jumat (17/7/2020).
Dia menolak tudingan sedang membangun politik dinasti. Alasannya, demokrasi dalam Pilkada menunjukkan masyarakat bebas memilih. "Ini era demokrasi. Siapa pun berhak maju, dipilih dan memilih. Kalau dinasti kan kerajaan, (Pilkada) ini kan demokrasi," kata Ketua Tim PKK Sleman ini.
Meskipun optimistis menang pada Pilkada mendatang karena didukung oleh partai yang memiliki 15 kursi di parlemen, namun Kustini tetap terbuka untuk mendapat dukungan partai-partai lainnya. "Kami akan bersilaturahmi dengan semua pihak. Kami akan rangkul semua organisasi dan kelompok. Kami optimis menang, jangan berfikir tidak menang," kata Kustini.
Kustini Sri Purnomo berpotensi kuat bakal berlaga melawan Sri Muslimatun di Pilkada Sleman.
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang juga digadang-gadang maju pada Pilkada mendatang, enggan berkomentar soal perlehatan Pilkada. Istri Kepala Desa Sendangadi, Mlati Damanhuri ini pun tidak ambil pusing dengan hiruk pikuk persiapan Pilkada. "Saya masih wakil bupati, saya harus menyelesaikan tugas secara sungguh-sungguh. Bersama pak Sri, saya harus menyelesaikan misi kami, kami punya target yang harus diselesaikan," katanya.
Dia harus menyelesaikan visi dan misi yang diterjemahkan dalam program dan kegiatan selama menjabat. Meskipun begitu, Muslimatun mengaku siap maju kembali pada Pilkada mendatang jika memang diminta oleh masyarakat. Hanya saja, Muslimatun memilih proses pencalonannya mengalir saja.
"Kalau memang diminta maju (dalam pencalonan) oleh masyarakat, kenapa tidak. Tapi saya tidak bisa maju sendiri kan. Hanya saja yang paling penting bagaimana saya bisa menyelesaikan tugas saya sebagai wakil bupati secara sungguh-sungguh," ujar Muslimatun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.
Sekolah Nasional Terintegrasi mulai berjalan di 17 kabupaten/kota pada tahun ajaran 2026-2027 untuk memperluas pemerataan mutu pendidikan.
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.