Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Mantan Rektor UGK Wahyu Purwanto saat berfoto bersama dengan relawan Konco Manggolo yang menemani untuk berkeliling Gunungkidul selama satu tahun terakhir, Minggu (26/7/2020)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Partai Nasdem harus mencari jago baru untuk jadi bakal calon kepala daerah di Gunungkidul. Adik ipar Presiden Joko Widodo, Wahyu Purwanto, sempat digadang-gadang menjadi calon kepala daerah. Namun, arahan langsung dari Jokowi membuatnya mundur dari pertarungan.
Wahyu Purwanto yang juga mantan Rektor Universitas Gunungkidul mengakui dirinya mundur dari bursa pencalonan kepala daerah. Langkah ini dia ambil selepas pertemuan dengan Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Palon. Wahyu mengaku mendapatkan arahan untuk tidak meneruskan langkah menjadi calon bupati.
BACA JUGA: Kecewa PDIP Pilih Gibran, Ini Curhat Blak-blakan Hadi Rudyatmo
“Saya diminta fokus ke kegiatan sosial,” kata Wahyu kepada wartawan, Minggu (26/7/2020).
Dia pun berterima kasih kepada relawan yang telah mendukungnya selama satu tahun terakhir mendampingi keliling di 144 kalurahan dan 18 kapanewon. Meski telah mundur dari pertarungan, Wahyu pun tetap akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial untuk memajukan Gunungkidul.
Perihal mundurnya Wahyu Purwanto sebagai calon kepala daerah bukan yang pertama kali. Di awal tahun ini, juga sempat menyatakan hal yang sama. “Pak Jokowi dan Surya Paloh sudah menyarankan saya untuk fokus dibidang yang lain. Jadi, saya sudah memutuskan,” katanya.
BACA JUGA: DIY Terasa Lebih Dingin Daripada Musim Hujan, Ini Penyebabnya..
Wahyu menyebut Jokowi, kakak iparnya, adalah demokrat sejati. Majunya Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, anak dan menantu Jokowi, di pilkada kali ini, menurut Wahyu, adalah hak politik. “Kalau saya berbelok dari politik ke sosial karena ada arahan dari tokoh yang lebih senior [Jokowi dan Surya Paloh] dan bukan karena adanya dinasti politik,” katanya.
Ketua DPW Nasdem DIY, Subardi mengapresiasi keputusan Wahyu. Menurut dia, ada sepuluh tokoh yang ikut penjaringan. “Salah satu calon ada Mayor Sunaryanto dan tokoh-tokoh ainnya. Tapi untuk rekomendasi belum turun,” katanya.
Subardi pun mengakui siap berkoalisi dengan partai lain yang memiliki kesamaan visi dan misi. “Untuk pilkada, tidak ada calon partai, karena yang ada calon daerah sehingga kami masih terbuka. Untuk saat ini masih sangat dinamis hingga munculnya rekomendasi,” kata Subardi saat disinggung potensi meminang Mayor Sunaryanto sebagai kandidat kepala daerah dari Nasdem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Esteban Ocon memutuskan meninggalkan Haas pada akhir musim F1 2026 setelah menjalani 39 balapan bersama tim tersebut
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.