8 SPPG di Gunungkidul Belum Beroperasi, Ribuan Siswa Tunggu MBG
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
Mantan Rektor UGK Wahyu Purwanto saat berfoto bersama dengan relawan Konco Manggolo yang menemani untuk berkeliling Gunungkidul selama satu tahun terakhir, Minggu (26/7/2020)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Partai Nasdem harus mencari jago baru untuk jadi bakal calon kepala daerah di Gunungkidul. Adik ipar Presiden Joko Widodo, Wahyu Purwanto, sempat digadang-gadang menjadi calon kepala daerah. Namun, arahan langsung dari Jokowi membuatnya mundur dari pertarungan.
Wahyu Purwanto yang juga mantan Rektor Universitas Gunungkidul mengakui dirinya mundur dari bursa pencalonan kepala daerah. Langkah ini dia ambil selepas pertemuan dengan Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Palon. Wahyu mengaku mendapatkan arahan untuk tidak meneruskan langkah menjadi calon bupati.
BACA JUGA: Kecewa PDIP Pilih Gibran, Ini Curhat Blak-blakan Hadi Rudyatmo
“Saya diminta fokus ke kegiatan sosial,” kata Wahyu kepada wartawan, Minggu (26/7/2020).
Dia pun berterima kasih kepada relawan yang telah mendukungnya selama satu tahun terakhir mendampingi keliling di 144 kalurahan dan 18 kapanewon. Meski telah mundur dari pertarungan, Wahyu pun tetap akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial untuk memajukan Gunungkidul.
Perihal mundurnya Wahyu Purwanto sebagai calon kepala daerah bukan yang pertama kali. Di awal tahun ini, juga sempat menyatakan hal yang sama. “Pak Jokowi dan Surya Paloh sudah menyarankan saya untuk fokus dibidang yang lain. Jadi, saya sudah memutuskan,” katanya.
BACA JUGA: DIY Terasa Lebih Dingin Daripada Musim Hujan, Ini Penyebabnya..
Wahyu menyebut Jokowi, kakak iparnya, adalah demokrat sejati. Majunya Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, anak dan menantu Jokowi, di pilkada kali ini, menurut Wahyu, adalah hak politik. “Kalau saya berbelok dari politik ke sosial karena ada arahan dari tokoh yang lebih senior [Jokowi dan Surya Paloh] dan bukan karena adanya dinasti politik,” katanya.
Ketua DPW Nasdem DIY, Subardi mengapresiasi keputusan Wahyu. Menurut dia, ada sepuluh tokoh yang ikut penjaringan. “Salah satu calon ada Mayor Sunaryanto dan tokoh-tokoh ainnya. Tapi untuk rekomendasi belum turun,” katanya.
Subardi pun mengakui siap berkoalisi dengan partai lain yang memiliki kesamaan visi dan misi. “Untuk pilkada, tidak ada calon partai, karena yang ada calon daerah sehingga kami masih terbuka. Untuk saat ini masih sangat dinamis hingga munculnya rekomendasi,” kata Subardi saat disinggung potensi meminang Mayor Sunaryanto sebagai kandidat kepala daerah dari Nasdem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
China menghadapi tekanan menjelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 setelah gagal menempatkan wakil putra di final China Open 2026.
Bank Jateng Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren
Rupiah melemah ke Rp18.060 per dolar AS pada perdagangan Selasa 28 Juli 2026. Investor mencermati sentimen domestik dan perkembangan kebijakan global yang memen
Mitchell Baker cetak hattrick di debut Timnas Indonesia vs Kamboja. Media Vietnam juluki 'Pembunuh Kotak Penalti' dan 'permata mentah'.
Aldila Sutjiadi lolos ke perempat final WTA 500 DC Open 2026 bersama Erin Routliffe. Kalahkan Kenin/Potapova 2-0, siap hadapi wakil tuan rumah.