38 Jembatan di Gunungkidul Mulai Rusak, Perbaikan Dikebut
DPUPRKP Gunungkidul mencatat 38 jembatan mengalami kerusakan ringan hingga sedang dan menjalani perawatan berkala.
Mantan Rektor UGK Wahyu Purwanto saat berfoto bersama dengan relawan Konco Manggolo yang menemani untuk berkeliling Gunungkidul selama satu tahun terakhir, Minggu (26/7/2020)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Partai Nasdem harus mencari jago baru untuk jadi bakal calon kepala daerah di Gunungkidul. Adik ipar Presiden Joko Widodo, Wahyu Purwanto, sempat digadang-gadang menjadi calon kepala daerah. Namun, arahan langsung dari Jokowi membuatnya mundur dari pertarungan.
Wahyu Purwanto yang juga mantan Rektor Universitas Gunungkidul mengakui dirinya mundur dari bursa pencalonan kepala daerah. Langkah ini dia ambil selepas pertemuan dengan Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Palon. Wahyu mengaku mendapatkan arahan untuk tidak meneruskan langkah menjadi calon bupati.
BACA JUGA: Kecewa PDIP Pilih Gibran, Ini Curhat Blak-blakan Hadi Rudyatmo
“Saya diminta fokus ke kegiatan sosial,” kata Wahyu kepada wartawan, Minggu (26/7/2020).
Dia pun berterima kasih kepada relawan yang telah mendukungnya selama satu tahun terakhir mendampingi keliling di 144 kalurahan dan 18 kapanewon. Meski telah mundur dari pertarungan, Wahyu pun tetap akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial untuk memajukan Gunungkidul.
Perihal mundurnya Wahyu Purwanto sebagai calon kepala daerah bukan yang pertama kali. Di awal tahun ini, juga sempat menyatakan hal yang sama. “Pak Jokowi dan Surya Paloh sudah menyarankan saya untuk fokus dibidang yang lain. Jadi, saya sudah memutuskan,” katanya.
BACA JUGA: DIY Terasa Lebih Dingin Daripada Musim Hujan, Ini Penyebabnya..
Wahyu menyebut Jokowi, kakak iparnya, adalah demokrat sejati. Majunya Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, anak dan menantu Jokowi, di pilkada kali ini, menurut Wahyu, adalah hak politik. “Kalau saya berbelok dari politik ke sosial karena ada arahan dari tokoh yang lebih senior [Jokowi dan Surya Paloh] dan bukan karena adanya dinasti politik,” katanya.
Ketua DPW Nasdem DIY, Subardi mengapresiasi keputusan Wahyu. Menurut dia, ada sepuluh tokoh yang ikut penjaringan. “Salah satu calon ada Mayor Sunaryanto dan tokoh-tokoh ainnya. Tapi untuk rekomendasi belum turun,” katanya.
Subardi pun mengakui siap berkoalisi dengan partai lain yang memiliki kesamaan visi dan misi. “Untuk pilkada, tidak ada calon partai, karena yang ada calon daerah sehingga kami masih terbuka. Untuk saat ini masih sangat dinamis hingga munculnya rekomendasi,” kata Subardi saat disinggung potensi meminang Mayor Sunaryanto sebagai kandidat kepala daerah dari Nasdem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencatat 38 jembatan mengalami kerusakan ringan hingga sedang dan menjalani perawatan berkala.
Google resmi meluncurkan Gemini Intelligence untuk Android, tetapi fitur AI canggih ini hanya tersedia di HP flagship tertentu dengan RAM minimal 12GB.
Juventus terancam gagal lolos ke Liga Champions usai kalah 0-2 dari Fiorentina dan turun ke posisi keenam klasemen Serie A.
Apple dikabarkan akan mengubah Siri menjadi AI percakapan setara ChatGPT dan Gemini melalui pembaruan iOS 27 pada akhir 2026.
Libur panjang Mei 2026 membawa 35 ribu wisatawan ke Bantul dengan PAD wisata mencapai Rp506 juta, didominasi Pantai Parangtritis.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.