OpenAI Dots Resmi Meluncur, Agen AI yang Bisa Kerja Mandiri
OpenAI meluncurkan Dots, agen AI berbasis GPT-6 Astra yang bisa bekerja mandiri 24 jam dan terhubung dengan lebih dari 4.000 aplikasi.
Pusat pengembangan budidaya ikan lele Desa Gilangharjo, Pandak, Bantul./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Desa Gilangharjo, Pandak, Bantul, kembali mengaktifkan keberadaan tanah kas desa seluas 6.350 meter persegi sebagai pusat pengembangan budidaya ikan lele.
Sebelumnya, tanah tersebut sempat digunakan sebagai tempat pembudidayaan ikan, pada 2010 lalu. Tapi dalam perkembangannya, tidak berlangsung lama. Sebab, kelompok pembudidaya ikan yang ada bubar.
Baca juga: Digandeng Hanung Bramantyo, Sederet Artis Ini Syuting di Sleman
Kepala Desa Gilangharjo Pardiyono, mengatakan, mulai 2018 pihaknya telah memberikan izin pengelolaan tanah kas desa kepada kelompok pembudidaya ikan “Mina Dumpon Sejahtera”.
Kelompok ini beranggotakan 12 orang dan fokus kepada pembudidayaan ikan lele.
“Mereka melengkapi keberadaan berapa kelompok yang telah ada. Jika yang telah ada fokus kepada ikan hias dan jenis ikan lainnya, maka disini lebih ke lele,” katanya, Selasa (4/8/2020).
Agar usaha ini berkembang dan insiden 2010 berupa bubarnya kelompok pembudidaya ikan tidak berulang, ia menambahkan, langkah menggandeng Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM dilakukan.
Baca juga: Kawasan Seksi, Desa Tirtoadi Jadi Titik Pertemuan Tiga Tol di DIY
Pendampingan diharapkan bisa memaksimalkan tidak hanya segi produktivitas, tetapi juga manajemen dari pembudidayaan lele di tempat tersebut.
“Harapannya, ke depan bisa lebih berkembang,” lanjutnya.
Kepala Program Studi Aqua Kultur Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM Hardanigsih mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan selama 3 tahun di tempat tersebut. Tak hanya perihal bibit, pakan tetapi juga menyangkut manajemen.
“Karenanya, kami minta nantinya ada manajemen satu pintu. Agar tak ada persiangan antar anggota. Sebab, potensi pembudidayaan ikan sangat besar dan menguntungkan,” katanya.
Ketua Mina Dumpon Sejahtera Lin Sundarwan mengatakan, sejak berdiri pada 2018 silam, pembiayaan pembudidayaan 88 kolam di tempat tersebut dilakukan secara mandiri. Di mana, biaya pengembangan diambilkan dari 12 anggota kelompok dengan modal 1 kolam Rp3 juta. Sedangkan untuk satu anggota biasa memiliki 7 sampai 8 kolam.
“Sebulan kami bisa panen 2 ton. Namun kami berharap usaha ini mampu berkembang. Oleh karena itu, kami gandeng UGM yang melakukan pendampingan,” terangnya.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul Yus Warseno berharap investasi besar yang dikeluarkan oleh kelompok pembudidaya ikan bisa diimbangi dengan pengelolaan yang modern.
“Begitu juga dengan arahan ke depan, bisa dikembangkan menjadi restoran juga. Harapan tentu bisa jadi percontohan yang lainnya,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OpenAI meluncurkan Dots, agen AI berbasis GPT-6 Astra yang bisa bekerja mandiri 24 jam dan terhubung dengan lebih dari 4.000 aplikasi.
KPK mengecek aset glamping 1,5 hektare di Ciater, Subang, yang diduga milik polisi Yayat Sudrajat dan terkait kasus suap Pemkab Bekasi.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.