DPRD Jateng Soroti 19 Titik Pengeboran Geotermal, ESDM Diminta Temui Warga
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan tambahan makanan dan gizi kepada bayi usia bawah lima tahun atau balita melalui kader-kader pos pelayanan terpadu atau puskesmas yang ada di tiap-tiap pedukuhan selama musim pandemik COVID-19.
"Pemberian gizi tetap kita berikan melalui kader PKK (pemberdayaan kesejahteraan keluarga) di posyandu secara \'door to door\', jadi kelompok keluarga yang mungkin dekat jaraknya tidak terlalu jauh dijadikan satu," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bantul Fauzan di Bantul, Minggu (16/7/2020).
Menurut dia, pemberian gizi kepada balita dari rumah ke rumah itu karena dalam pencegahan stunting atau kekerdilan harus ada pemeriksaan kondisi balita yang kontinyu, tidak cuma diberikan di awal kemudian berhenti, sementara dalam kondisi pandemik COVID-19 pengawasan pemantauan tinggi badan balita ini agak terhambat.
BACA JUGA : Kulonprogo Perluas Penanaman Padi Penangkal Stunting
Dia mengatakan, hal itu karena tidak boleh ada kegiatan pengumpulan massa dalam satu titik, termasuk di kegiatan posyandu yang selama ini rutin diselenggarakan di tingkat pedukuhan, sebagai upaya penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan virus Corona baru.
"Jadi kita memang memberikan kelonggaran kepada teman-teman puskesmas sebagai ujung tombak di masyarakat silakan dalam pengukuran tidak harus membuka posyandu bareng-bareng, karena memang di Bantul masih dalam suasana belum zona hijau atau belum aman dari COVID-19," ujarnya.
"Maka itu silahkan dari kader \'door to door\', artinya jangan sampai kita kehilangan data pertumbuhan balita yang harusnya tiap bulan ada pemantauan, karena sejak Maret sampai Agustus kegiatan terhambat, makanya jangan sampai kita tidak tahu peta perkembangan dan tumbuh kembang balita," tuturnya.
BACA JUGA : Ribuan Balita di Bantul Mengalami Stunting
Fauzan mengatakan, dalam penanganan stunting itu juga selalu diberikan makanan tambahan, pemberian tablet vitamin, kemudian edukasi-edukasi kepada orang tua balita, akan tetapi secara menyeluruh hasil dari tindak lanjut yang dilakukan tersebut sudah efektif atau belum, belum ada evaluasi.
"Jadi apakah selama ini kita berikan tindakan pemantauan, memberi makanan bergizi tambahan itu sudah sesuai dengan harapan kita atau belum, ini belum kita evaluasi secara menyeluruh, karena memang datanya belum bisa kita ambil semua," ucapnya.
Sementara itu, terkait dengan data balita stunting di wilayah Bantul yang terdata terakhir pada Dinkes, sebanyak 7,73 persen dari seluruh balita yang ditimbang.
"Saya lupa jumlah secara angkanya, tetapi persentasenya masih rendah dibanding yang nasional," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Cek jadwal DAMRI YIA-Jogja Senin 28 September 2026, lengkap dengan rute, jam keberangkatan, dan tarif promo Rp50.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 28 September 2026, lengkap dengan 10 jadwal keberangkatan dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.