Gerak Cepat Pemkab Klaten Pulihkan Pasar Bayat Pascakebakaran
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, BANTUL-Tahun ini Bantul masih menjadi daerah sasaran nasional penekanan angka stunting. Sampai akhir tahun lalu terdapat sebanyak 3.725 bayi di bawah lima tahun (Balita) yang mengalami stunting dari total 58.000 balita atau sekitar 7,73%.
Kepala Seksi Promosi Kesehatan, Dinas Kesehatan Bantul, Karjiyem mengatakan data balita stunting 2019 sudah menurun dibanding tahun sebelumnya (2018) yang mencapai 4.500 balita stunting atau 9,75%. “Angka balita stunting ini sudah melebihi dari target rencana strategis lima tahun sebesar 11,7%,” kata Karjiyem, disela-sela Peringatan Hari Gizi Nasional bersama Persatuan Ahli Gizi (Persagi Cabang Bantul di balai Desa Temuwuh, Kecamatan Dlingo, Sabtu (15/2/2020).
Karjiyem mengatakan data balita stunting tersebut merupakan hasil dari pemantauan status gizi yang dilakukan Dinas Kesehatan melalui kader di tiap wilayah. Angka tersebut bisa berbeda dengan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) Kementerian Kesehatan yang dilakukan secara sampel. Sementara data Dinas Kesehatan memantau langsung lewat Posyandu semua anak.
Ia menjelaskan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kurangnya gizi kronis terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Menurut dia, anak yang mengalami stanting bukan saja dialami oleh keluarga miskin tapi juga oleh keluarga yang cukup mampu.
Penyebabnya utamanya, kata dia, adalah praktek pengasuhan balita yang kurang baik, kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi pada masa kehamilan, tidak mendapat akses imunisasi yang memadai, tidak mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif dan makanan pendamping ASI yang berkualitas, “Masih banyak ibu yang asal anaknya diam, tidak diperhatikan kecukupan gizinya,” kata Karjiyem.
Pihaknya terus berupaya untuk menekan prevalensi stunting meski sudah ada penurunan di antaranya melalui intervensi gizi, pemberian vitamin A, pemberian tablet penambah darah bagi ibu hamil dan remaja, pemberian makanan tambahan bagi balita kurus, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil.
Lebih lanjut Karjiyem mengatakan penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan, melainkan butuh keterlibatan semua stakeholder dan masyarakat untuk membuat program dalam upaya mengintegrasikan penanggulangan balita stunting yang dimulai sejak remaja, wanita usia subur, ibu hamil agar selalu menerapkan pola gizi seimbang dalam menu makanan sehari-hari.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga bekerjasama dengan Kementerian Agama untuk memberikan pembekalan kesehatan bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.