Jadwal SIM Keliling Bantul Malam Ini Sabtu 25 Juli 2026
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Kantor Pemda Bantul . Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Suasana pengibaran bendera Merah Putih saat upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 di Istana Negara Gedunga Agung Yogyakarta, Senin (17/8/2020). /Harian Jogja-Gigih M Hanafi.
Harianjogja.com, JOGJA—Upacara Pengibaran Bendera Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 berlangsung dengan sederhana dan dengan protokol Covid-19 di Halaman Gedung Agung Istana Kepresidenan Yogyakarta, Senin (17/8/2020) pagi.
Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, dengan Komandan Upacara Letkol Inf Arief Wicaksono. Tak seperti biasanya banyak pasukan yang terlibat, kali ini hanya diikuti beberapa kesatuan saja karena menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.
Pasukan upacara hanya berasal dari lima perwakilan, terdiri atas Korem 072/Pamungkas, Lanal Yogyakarta, Lanud Adisutjipto, Brimob Polda DIY dan PNS Pemda DIY. Setiap perwakilan ini hanya terdiri atas empat orang personil saja.
BACA JUGA : Merdeka! Ini Prakiraan Cuaca pada HUT RI ke-75 Hari Ini
Begitu juga dengan pasukan pengibar bendera pun dengan anggota terbatas. Terdiri atas tiga personil Paskibraka 2019 untuk pengibar bendera, kemudian pembawa baki seorang personil paskibraka 2019 dengan dikawal dua personel TNI dari Denpom Yogyakarta.
Di tengah kesederhanaan pelaksanaan upacara tersebut, dalam sambutannya Sultan menegaskan momentum itu justru bisa meneguhkan makna kemerdekaan buka sekedar kata.
“Meski Upacara Peringatan ini dilaksanakan secara sederhana dengan mematuhi protokol Kesehatan pencegahan Covid-19, momentum ini justru meneguhkan makna kemerdekaan bukan sekadar kata. Kemerdekaan adalah kesempatan. Kesempatan berkarya tanpa batas dengan program prioritas pengembangan SDM, wahana mencapai Indonesia Maju,” kata Sultan dalam sambutannya.
BACA JUGA : HUT RI Ke-75, Benarkah BI Rilis Uang Pecahan Rp75.000
Sultan menambahkan di era digital ini, ada beberapa hal yang dibutuhkan untuk mendukung Indonesia Maju. Mulai dari etos kerja, kreatif inovatof, disiplin hingga keulatan bekerja dan berbagi peran. “Adalah juga, saatnya membangun generasi baru yang mampu menapaki tegalan berbatu dan mendaki bukit keberhasilan Indonesia setaraf negara-negara maju,” ucapanya.
Raja Kraton Yogyakarta ini juga mengingatkan soal pentingnya budaya atau disampaikannya dengan bahasa kultur keunggulan dimulai dari arena Pendidikan. Menurutnya kultur itu digerakkan oleh visi akbar yang sanggup meminta pengorbanan dari segenap warga. Dimotori oleh inovasi kreatif, dikawal oleh sikap antisipatif-responsif, dan didukung oleh karakter ketekunan.
BACA JUGA : Sultan Izinkan Warga DIY Gelar Peringatan Hari
“Pondasi prestasi keunggulan-keakbaran itu adalah budaya. Itulah modal utama pendorong kemajuan negara-negara maju. Budaya yang bertumbuh ialah kerja keras, disiplin, berhemat dan mengutamakan pendidikan. Dan, sekaranglah saatnya kita bangkitkan Gerakan Kebudayaan untuk mengisi makna nyata renaisans Yogyakarta menuju peradaban maju dan bermartabat,” kata Sultan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Kantor Pemda Bantul . Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Rekomendasi tablet murah terbaik 2026 untuk kuliah dan kerja. Mulai Rp2 jutaan, pilih Infinix, Redmi, Tecno, Samsung, atau Xiaomi
Thailand lolos ke final SEA V Cup 2026 usai bantai Kamboja 3-0. Kini tunggu pemenang Indonesia vs Vietnam di Jakarta International Velodrome.
Jon Bon Jovi hentikan konser di Madison Square Garden karena infeksi sinus. Vokalis 64 tahun itu minta maaf dan janji ganti jadwal
Tampines Rovers vs DPMM FC di Piala Presiden 2026 berakhir 2-2. Dua kesalahan di babak kedua gagalkan kemenangan Tampines
Red Bull KTM jadi satu-satunya tim pabrikan tanpa juara dunia di MotoGP 2027. Alex Marquez dan Diggia diandalkan di era baru.