Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Direktur Pengembangan SDM dan Ekonomi Kreatif, Muh. Ricky Fauziyani (kanan) menyerahkan souvernir buku tentang sejarah kopi kepada Staff Ahli Bidang Perekonomian Setda Gunungkidul, Khairudin, dalam peluncuran gerakan Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) di Balai Kalurahan Pampang, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul Selasa (18/8/2020). /Harianjogja-Jalu Rahman Dewantara.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Pariwisata Gunungkidul meluncurkan gerakan Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) di Balai Kalurahan Pampang, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul Selasa (18/8/2020).
Gerakan yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI ini bertujuan untuk menggeliatkan perekonomian masyarakat di bidang wisata yang terpuruk imbas pandemi Covid-19.
"Melalui gerakan BISA, kami berharap pariwisata di Gunungkidul bisa bangkit lagi," kata Kepala Dispar Gunungkidul, Asti Wijayanti, di sela-sela launching gerakan BISA.
BACA JUGA : 249.000 Wisatawan Berkunjung ke Bantul Selama Pandemi
Asti menjelaskan gerakan ini bertujuan untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 yang melanda dunia pariwisata. Implementasi gerakan ini yaitu menggerakkan masyarakat khususnya pelaku wisata untuk bergotongroyong membersihkan tempat wisata. Sejak pandemi, banyak tempat wisata di Gunungkidul tidak terawat dengam baik, sehingga harus dibersihkan agar tetap menarik wisatawan.
Asti menjelaskan Kalurahan Pampang dipilih sebagai lokasi Gerakan BISA, karena memiliki potensi wisata yang besar. Kalurahan ini merupakan sentra industri perak, yang juga kerap menjadi jujugan wisatawan. Sayangnya, warga Pampang baru sebatas menjadi pengrajin, belum sampai ke tahap pengusaha. Oleh karena itu, dalam kegiatan ini, para pengrajin diberikan pelatihan kewirausahaan.
BACA JUGA : Sultan Bakal Luncurkan 2 Aplikasi Pendukung Pariwisata di
"Ke depan pelatihan juga dilakukan di kalurahan lain sesuai potensi wisata yang ada," ujarnya.
Lurah Pampang Iswandi berharap gerakan BISA mampu membangkitkan kembali industri perak Pampang di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Diakuinya industri kerajinan perak di kalurahan ini turut terdampak pandemi. "Akibat pandemi, pesanan perak hasil kerajinan anjlok hingga 80 persen," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.
Catcrs menggandeng market maker dan broker institusional untuk memperkuat likuiditas dan stabilitas perdagangan aset digital.
Arema FC menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta di laga terakhir BRI Super League 2026. Joel Vinicius cetak gol cepat menit ke-2.
Operasi gabungan di Bantul mengamankan 2.060 batang rokok ilegal tanpa pita cukai di Pleret dan Banguntapan.
Komisi Yudisial memantau sidang dugaan pembunuhan mahasiswi di Pantai Nipah, NTB, untuk memastikan hakim menjalankan kode etik.