Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Bu Tejo dan Yu Ning berdebat soal arti tilik./Twitter @jawafess.
Harianjogja.com, JOGJA - Film pendek dari Jogja berjudul Tilik, belakangan viral. Film yang diperankan oleh Bu Tejo sebagai aktor utama itu menyampaikan kehidupan perempuan Jogja di daerah pedesaaan.
Kata \'tilik\' sendiri dalam Bahasa Jawa khususnya Jogja dan Jawa Tengah, mempunyai arti tengok atau menjenguk. Sehingga film garapan Ravacana Films tersebut mengangkat judul Tilik karena ingin menceritakan kisah perjalanan para ibu-ibu yang akan menjenguk bu lurah yang sedang sakit di rumah sakit.
Kata \'tilik\' ternyata tidak hanya dipakai masyarakat Jogja, tetapi juga masyarakat di Jawa Timur. Meskipun tinggal dalam satu pulau, \'tilik\' mempunyai arti berbeda bagi dua daerah tersebut. Jika di Jogja dan Jawa tengah artinya menjenguk, di Jawa Timur artinya mencicipi.
Perbedaan arti kata tersebut diunggah oleh akun Twitter @jawafess. Dalam foto yang diunggah, terdapat dua pemeran film Tilik yaitu Bu Tejo dan Yu Ning yang sedang memperdebatkan arti \'tilik\', dari versi Jogja dan Jawa Timur.
Tilik iku nyicip uduk jenguk lur pic.twitter.com/BvztTa0zPB
— jawafess (@jawafess) August 30, 2020
Namun \'tilik\' juga tidak hanya dipakai dalam Bahasa Jawa, kata ini juga lekat dalam obrolan Bahasa Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), \'tilik\' berarti penglihatan yang teliti. Sementara menilik artinya melihat dengan sungguh-sungguh, atau mengamat-amati.
Tidak hanya kata \'tilik\' yang memiliki banyak arti. Kata \'mari\' pun bisa banyak makna jika diucapkan oleh masyarakat sesama pulau Jawa. Orang Jogja dan Jawa Tengah, memahami kata \'mari\' sebagai sembuh. Mari seko loro, artinya sembuh dari sakit.
Namun orang Jawa Timur mengartikannya dengan selesai. Mari le sinau artinya selesai belajar.
"jatim : mari iku rampung jateng : mari iku sembuh wkwk," tulis @jawafess.
Beragamnya arti \'tilik\' kendati sesama Jawa, menjadi bahasan unik pengguna Twitter. Mereka justru menjadikan perbedaan \'tilik\' versi Jogja dan Jawa tengah sebagai candaan.
"Niliki konco Jawa tengah: Menjenguk teman Jawa timur: Mencicipi teman," tulis @bubbyygurll membalas postingan @jawafess.
"Walaupun berbeda kita tetap wong jowo jadi ojo gotok gontok an," tulis @RakyatEnamDua.
"Hallah jawa timur karo jawa tengah kudu bersatu, pokoe jawane kene raisoh bersatu karo sunda, wis jelas jelas gedang ki pisang kok malah wong sundo ngomonge gedang ki pepaya.," timpal @masihbisanapas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Twitter, KBBI
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.