Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Sejumlah anak terlihat mencari ikan di telaga yang mengering akibat musim kemarau di Kalurahan Sumberejo, Semin. Foto diambil akhir pekan lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, KULONPROGO – Sejumlah kapanewon di Gunungkidul melaporkan anggaran droping penyaluran air bersih mulai menipis. Diperkirakan anggaran yang dimiliki akan habis mulai akhir September hingga Oktober.
Anggaran yang makin menipis terlihat di Kapanewon Girisubo. Total di kapanewon ini memiliki anggaran droping sekitar Rp90 juta, namun hingga sekarang sudah dipergunakan lebih dari separuhnya.
Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya mengatakan, pihaknya terus melakukan droping ke masyarakat yang kekurangan air bersih. Secara umum, hampir seluruh wilayah di Girisubo mengalami krisis saat kemarau karena sumber air yang dimiliki sangat terbatas.
Untuk masalah anggaran, ia mengakui sudah banyak terpakai untuk membayar kegiatan droping air bersih yang dilakukan oleh pihak ketiga. Diperkirakan dana sebesar Rp90 juta yang dimiliki akan habis di akhir September ini. “Targetnya 500 tangki, tapi di akhir Agustus sudah tersalurkan sebanyak 325 tangki. Perkiraan kami nanti di akhir bulan sudah habis,” kata Arif, Minggu (6/9/2020).
Dia pun berharap segera memasuki musim hujan agar kebutuhan air masyarakat bisa terpenuhi. Meski demikian, apabila anggaran di kapanewon telah habis dan belum memasuki musim penghujan, maka akan meminta bantuan kepada BPBD Gunungkidul agar memperluas penyaluran air bersih di Kapanewon Girisubo. “Kami tidak droping sendirian, tapi juga ada bantuan dari BPBD,” katanya.
Baca Juga: Survei LSI: Pilkada Serentak Digelar Saat Pandemi, Hanya 46 Persen Pemilih Datang ke TPS
Kondisi anggaran yang makin menipis juga terlihat di Kapanewon Tepus. Diperkirakan anggaran yang dimiliki akan habis di pertengahan Oktober mendatang. Panewu Tepus, Alsito mengatakan, penyaluran air bersih ke masyarakat sudah dilaksanakan sejak akhir Juni hingga sekarang. Total anggaran yang disediakan mencapai Rp106 juta untuk mengcover bantuan di Kalurahan Sidoharjo, Tepus dan Purwodadi. “Untuk Kalurahan Giripanggung dan Sumberwungu pelaksanaan penyaluran ditanggung oleh BPBD Gunungkidul,” katanya.
Alsito menuturkan, proses droping air ke masyarakat masih terus berjalan. Kondisi ini pun berdampak terhadap alokasi yang dimiliki karena terus berkurang. Diperkirakan anggaran akan habis di pertengahan Oktober mendatang. “Ya kalau habis akan minta bantuan ke BPBD,” katanya.
Baca Juga: Sambut Kuliah Tatap Muka, Kampus Ini Siapkan Hotel untuk Karantina Mahasiswa
Kepala Jawatan Sosial, Kapanewon Rongkop, Endang Ismiyati mengatakan, pihaknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp73 juta untuk droping air di tahun ini. Menurut dia, pada saat perencanaan anggaran yang dimiliki lebih banyak, tapi dikarenakan adanya refocusing untuk penanganan corona, maka alokasi banyak dikurangi.
Menurut dia, meski droping terus berlangsung, namun dari sisi alokasi masih mencukupi. Diperkirakan anggaran baru akan habis di akhir Oktober mendatang. “Kami baru lakukan droping baru mulai 10 Agustus lalu, jadi kemungkinan akan habis di akhir Oktober,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Korlantas Polri menegaskan informasi aturan baru denda ban gundul Rp250.000 adalah hoaks. Sanksi tersebut sudah diatur dalam UU LLAJ.
Febri Diansyah mengungkap alasan menerima penunjukan sebagai kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan menegaskan fokus pada pembelaan hukum klien.
Sebanyak 20 kalurahan di Bantul menerima program budi daya ikan tematik dari KKP dengan pembangunan sedikitnya 20 kolam ikan di tiap kalurahan.
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Kaesang Pangarep menyatakan siap maju sebagai caleg DPR di Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. PSI menyiapkan konsolidasi hingga tingkat RT.