Sambut Kuliah Tatap Muka, Kampus Ini Siapkan Hotel untuk Karantina Mahasiswa

Pelantikan pejabat unit kerja tingkat universitas di lingkungan UAD, Jumat (5/9/2020). - Ist/uad.
06 September 2020 07:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Sejumlah kampus mulai melakukan persiapan untuk menggelar kuliah tatap muka. Selain menerapkan protokol kesehatan ketat ada juga yang mempersiapkan tempat karantina khusus mahasiswa dan mereka menanggung semua kebutuhan mahasiswa jika terindikasi positif Covid-19.

Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja misalnya, akan mulai kuliah online pada tahun akademik 2020/2021 di akhir September hingga November atau sampai ujian tengah semester (UTS). Selanjutnya pada November merencanakan untuk menggelar kuliah tatap muka namun tidak secara penuh, atau dengan sistem blended learning. Perguruan Tinggi Muhammadiyah ini menyiapkan sejumlah antisipasi termasuk menyiapkan tempat karantina.

Baca juga: Disnakertrans DIY Akui Subsidi Gaji Tak Selesaikan Masalah, tapi Bisa Angkat Kesejahteraan

"Kami siapkan tempat untuk karantina, kami dulu pernah membeli hotel, nah [hotel] itu kami siapkan di sana kalau ada mahasiswa yang positif dan seterusnya, atau mahasiswa yang membutuhkan perlakuan khusus berkaitan dengan Covid. Juga mahasiswa yang dinyatakan positif semua kebutuhan ditanggung oleh kampus, kami ada satgas terdiri dari para dokter kami siapkan fasilitas kesehatan untuk mereka [mahasiswa]," kata Rektor UAD Muchlas kepada wartawan di sela-sela pelantikan pejabat unit kerja tingkat universitas, Jumat (5/9/2020).

Ia menambahkan sistem kombinasi antara tatap muka dan online di November itu dilakukan untuk memenuhi agar ruangan bisa memenuhi syarat physical distancing. Hanya saja realisasinya masih menyesuaikan dengan kondisi dan izin dari Gubernur DIY. Pihaknya tidak berani mengambil risiko jika muncul klaster baru perguruan tinggi sehingga harus hati-hati.

"Protokol kesehatan harus ketat, jadi ruangan kita tidak bisa memenuhi semua, dari semula  bisa dipakai 50 mahasiswa misalnya dengan kondisi harus jagak jarak paling 30 atau 25 mahasiswa," ucapnya.

Baca juga: Saat Wali Kota Risma Jadi Guru Sekolah Daring untuk SD dan SMP

Di masa pandemi ini pihaknya melakukan perubahan di sistem tata kelola kampus. Dari sisi struktur beberapa organisasi di tingkat universitas dilakukan penggabungan karena dipandang struktur tersebut cukup besar saling overlap dengan lembaga lain sehingga dilebur jadi satu. Sebanyak 17 kepala lembaga, badan dan biro serta 39 kepala bidang pun telah dilakukan pelantikan.

"Pertimbangan kami ini masa pandemi, kita belum tahu kapan berakhirnya sehingga perubahan struktur di masa pandemi ini kami perhatikan juga dari aspek efisiensi, sehingga beberapa lembaga badan biro kantor kita gabung jadi satu," ujarnya.