Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi pembangunan/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Proses relokasi dan pembangunan gedung SMPN 3 Saptosari tidak sesuai dengan perencanaan awal. Akibatnya, pembangunan belum kelar 100% karena kehabisan anggaran.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan SMPN 3 Saptosari direlokasi karena dampak Badai Cempaka akhir 2017 lalu. Akibat bencana ini, BPBD mendapatkan dana hibah sekitar Rp75 miliar, salah satunya untuk merelokasi sekolah yang sempat terendam air saat musim hujan. “Pembangunan gedung baru menelan anggaran sekitar Rp7 miliar,” kata Edy, Senin (21/9/2020).
BACA JUGA: Setelah PBNU, Kini PP Muhammadiyah Minta Pilkada 2020 Ditunda
Lokasi baru SMPN 3 Saptosari sempat dipindah karena pemilik lahan tidak mau melepaskan asetnya. Selanjutnya, lokasi baru harus dikepras karena berupa perbukitan. Hal inilah yang tidak masuk perkiraan. Awalnya pemkab hanya mengalokasikan anggaran pengeprasan sekitar Rp100 jutaan, namun membengkak dan menghabiskan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.
Kondisi ini pun berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan karena anggaran tersedot untuk pengeprasan bukit. Akibat permasalahan ini, Edy mengakui harus membuat pembaharuan kontrak dengan rekanan sesuai dengan ketersediaan alokasi anggaran yang dimiliki. “Yang jelas sesuai dengan kontrak terbaru, tapi memang pembangunan tidak selesai sepenuhnya karena disesuaikan dengan anggaran yang masih tersisa,” katanya.
Dia mengungkapkan, gedung utama tempat pembelajaran serta ruang guru sudah terbangun. Namun, laboratorium dan ruang komputer belum bisa dibangun karena anggaran sudah habis membangun gedung utama. “Bentuknya bertingkat, tapi ada di lantai dua yang belum dibangun,” katanya.
BACA JUGA: Selain Lewat Arisan RT, Corona Kulonprogo Diduga Menyebar di Pasar di Kokap & Temon
Edy memastikan pembangunan akan selesai tepat waktu di akhir September. Setelah pembangunan selesai akan langsung diserahkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. “Sesuai kontrak memang hanya 80% dari keseluruhan gedung. Untuk kelanjutan pembangunan nanti kami serahkan ke disdikpora,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S., mengatakan permasalahan relokasi SMP Negeri 3 Saptosari diketahui seusai rapat koordinasi dengan BPBD. Ia pun menyanyangkan ketidakakuratan dalam perencanaan membuat pembangunan tidak bisa selesai 100%. “Harusnya bisa diantisipasi, tapi faktanya ada yang tidak diperhitungan sehingga berpengaruh terhadap pembangunan. Sebab, ada anggaran Rp1,5 miliar untuk bangunan, tapi digunakan mengepras bukit sehingga tidak rampung pembangunannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Apple sedang mengembangkan Apple Reference Image, fitur yang bisa membuktikan sebuah foto benar-benar diambil dari kamera iPhone, bukan hasil AI. Begini cara ke
NEC Nijmegen dan Bodo/Glimt lolos ke play-off Liga Champions 2026-2027 via drama extra time. Simak hasil lengkap kualifikasi ronde ketiga dan drawing play-off d
Microsoft mengungkap ransomware baru bernama StormEncryptor yang digunakan kelompok peretas China Storm-1175. Serangan memanfaatkan celah keamanan yang belum di
Jorge Martin memimpin klasemen MotoGP 2026 dengan 240 poin, tapi tak peduli gelar juara. Ia fokus ke pengembangan motor dan kemenangan. Simak pernyataan lengkap
Lazio resmi putus kontrak sponsor Rp360 miliar dengan Polymarket setelah platform dinyatakan ilegal di Italia. Klub tetap terima pembayaran penuh musim ini, tap