5 Mahasiswa UGM Dipukuli saat Demo di Simpang Gramedia Jogja, Begini Kondisinya
Lima mahasiswa UGM diduga menjadi korban kekerasan saat aksi demonstrasi di Jogja dan sempat dirawat di RS Panti Rapih.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Empat puskesmas di Kota Jogja sempat menutup layanan karena Covid-19. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja pun mengevaluasi perilaku di puskesmas, seperti melarang tenaga kesehatan makan sambil ngobrol serta foto bersama.
Sampai akhir Juli lalu, tidak ada puskesmas di Kota Jogja yang ditutup karena Covid-19. Namun pada medio Agustus dua puskesmas, Puskesmas Ngampilan dan Puskesmas Kotagede, menutup layanan untuk sementara setelah tenaga kesehatan terinfeksi virus Corona. Kini jelang akhir September, dua puskesmas lainnya yaitu Puskesmas Wirobrajan dan Puskesmas Gedongtengen pun mengalami kejadian serupa.
BACA JUGA: Covid-19 Terus Melejit, DIY Tetap Tuan Rumah Kompetisi Olahraga Besar
Penutupan fasilitas kesehatan milik pemerintah tersebut lantaran penularan Covid-19 di lingkup puskesmas. Tidak hanya tenaga kesehatan, tenaga pendukung seperti satpam pun sempat terpapar seperti kasus di Puskesmas Kotagede I. Kini, analis laboratorium Puskesmas Gedongtengen dan delapan nakes Puskesmas Wirobrajan pun terkonfirmasi positif Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Emma Rahmi menanggapi serentetan kasus Covid-19 di puskesmas terjadi karena intensitas yang tinggi dengan para pasien.
Emma menyebut jumlah pasien saat ini terbilang sudah normal. “Normal itu sudah banyak lagi yang berobat di puskesmas,” ucapnya.
BACA JUGA: Hasil Studi di Jepang, Face Shield Tak Efektif Cegah Covid-19
Emma mengatakan selama memberikan pelayan kesehatan, para nakes puskesmas telah menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar. “Ternyata masih kebobolan.”
Puskesmas Wirobrajan yang seharusnya membuka layanan kesehatan kembali pada Selasa (22/9/2020) memperpanjang penutupan dan baru buka lagi pada Jumat (25/9). Emma menyebut pemanjangan waktu penutupan karena berdasarjan hasil tracing, ternyata semua pegawai Puskesmas Wirobrajan masuk kontak erat. Seluruh pegawai pun terpaksa jalani swab susulan.
“Kemarin ada delapan postif [di Puskesmas Wirobrajan] dan semuanya OTG,” lanjut Emma.
BACA JUGA: Epidemiolog UGM Ramalkan Indonesia Jadi Episentrum Covid-19 kalau Mobilitas Tidak Dikendalikan
Sementara itu pelayanan Puskesmas Gedongtengen sudah kembali buka secara terbatas sejak Selasa (22/9/2020). “Karena hanya satu dokter yang bisa melayani sehingga layanan terbatas, tidak bisa sampai full sehari penuh ,” ujar Emma.
Emma mengatakan jawatannya telah melakukan evaluasi di layanan kesehatan terutama yang di Puskesmas. Meski protokol dijalankan, beberapa perilaku berisiko kini dihindari. “Itu yang terus saya sampaikan kepada teman-teman di puskesmas, tidak boleh makan sambil ngobrol, foto-foto juga sekarang dimiminalkan. Tidak boleh foto-foto bareng,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima mahasiswa UGM diduga menjadi korban kekerasan saat aksi demonstrasi di Jogja dan sempat dirawat di RS Panti Rapih.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta dinas terkait memastikan persediaan beras tersebut terdistribusi secara lancar hingga ke konsumen
Warga Desa Puro, Sragen, mengeluhkan bau sungai yang diduga dari SPPG. Pengelola menyebut limbah rumah tangga juga bisa menjadi penyebab.
KPK merespons praperadilan Silmy Karim terkait penyitaan dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal WNA.
Regol Ayom di kawasan Malioboro dievaluasi setelah lansia berkursi roda kesulitan melintas. Dispar DIY menyiapkan sejumlah opsi solusi.
— Astra Motor Yogyakarta selaku Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Yogyakarta, Kedu, dan Banyumas kembali menggandeng coffee shop lokal Space Roastery