Pembahasan Raperda Gunungkidul Dikebut, 3 Draf Segera Dibahas
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul memastikan hingga saat ini belum ada pekerja yang terpapar virus corona. Seluruh perusahaan atau pabrik diminta terus menjalankan protokol kesehaan untuk mengurangi risiko penularan di lingkungan kerja.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Disnakertrans Gunungkidul, Ahsan Jihadan mengatakan, hingga sekarang tidak ada laporan terkait dengan penularan virus corona di lingkungan kerja seperti pabrik maupun perusahaan di Bumi Handayani. Meski demikian, antisipasi perlu dilakukan agar risiko penularan bisa dicegah.
“Belum ada laporan terkait pekerja lokal yang terpapar corona,” kata Ahsan kepada wartawan, Minggu (27/9/2020).
BACA JUGA : Ini Data Terbaru Covid-19 di Gunungkidul
Menurut dia, salah satu antisipasi dilakukan dengan terus menjalankan protokol kesehatan. Ia pun berharap kepada seluruh pabrik maupun perusahaan berkomitmen dalam upaya pencegahan sehingga tidak ada kluster penularan dari lingkungan kerja.
“Jaga jarak, menggunakan masker hingga sering cuci tangan dengan menggunakan sabun. Sedangkan di lingkungan kerja diharapkan sering dilakukan sterilisasi dengan semprotan disinfektan,” katanya.
Ahsan menambahkan, pandemic corona tidak hanya menimbulkan risiko penularan di lingkungan kerja. Namun demikian, wabah ini juga sempat berdampak terhadap sektor usaha. Hanya saja, sambung Ahsan, kondisi sekarang sudah menunjukan perbaikan karena pekerja yang sempat dirumahkan sudah dipanggil kembali untuk bekerja.
“Kami terus lakukan monitoring. Harapanya, wabah segera berlalu dan sektor usaha bisa kembali bangkit seperti sebelum adanya penyebaran virus,” ungkap dia.
BACA JUGA : Setelah Bantul, Kini Gunungkidul yang Paling Banyak
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Disnakertrans Gunungkidul, Purnamajaya. Menurut dia, pelaksanaan protokol kesehatan sangat dibutuhkan untuk mengurangi risiko penularan corona di lingkungan kerja.
“Satu sama lain harus saling melindungi. Untuk itu, protokol kesehatan harus terus dijalankan. Sedangkan untuk pabrik atau perusahaan, diminta menyediakan fasilitas guna mendukung pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru,” katanya.
Selain itu, Purnama juga meminta kepada seluruh perusahaan atau pabrik di Gunungkidul untuk memanfaatkan aplikasi Jogja Pass milik Pemerintah DIY. Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan dalam upaya memudahkan penelurusan hingga pemantauan untuk antisipasi dalam penyebaran corona. “Sudah ada sosialisasi dan mudah-mudahan pabrik bisa menerapkannya,” kata mantan Kepala Dishubkominfo ini.
BACA JUGA : Pasien Baru Covid-19 di Gunungkidul Berasal dari Klaster
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Sebanyak 23 orang mendaftar Pilur PAW di lima kalurahan Sleman. DPRD meminta proses seleksi sesuai aturan dan menyoroti pengelolaan TKD.
Marco Melandri memprediksi Marc Marquez menang lima detik di MotoGP Aragon 2026. Ini alasan dan catatan Marquez di MotorLand Aragon.
8 daerah dingin di Indonesia menawarkan udara sejuk hingga 9 derajat Celsius, dari Ruteng, Mamasa, Wonosobo hingga Kota Mulia.
Bareskrim Polri membongkar dugaan judi kasino di “Gedung SB” Sukoharjo. Sebanyak 30 orang jadi tersangka dan uang Rp1,048 miliar disita.
FBI peringatkan bahaya juice jacking di charger publik. Peretas bisa curi data lewat port USB. Simak 2 tips aman dari FBI agar data pribadi tetap terjaga