Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah NasDem DIY, Subardi saat pertemuan dengan konstituennya beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah NasDem DIY, Subardi mengimbau warga Sleman agar tidak salah memilih pemimpin pada Pilkada Desember mendatang. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui rekam jejak, kemampuan dan pengalaman.
Jika salah pilih, menurutnya konsekuensinya berat. Kerja-kerja pemerintahan dan pembangunan daerah akan merosot. "Sistem otonomi memberi kebebasan kepada daerah untuk maju. Sistem ini juga membuat pola pembangunan daerah bergantung pada pemimpin. Saya mengimbau jangan pilih pemimpin yang modal titipan, tanpa kemampuan, apalagi tak punya pengalaman," kata Anggota Komisi VI DPR RI itu, Kamis (1/10/2020).
Selain mengimbau warga agar jangan coba-coba memilih pemimpin, Mbah Bardi, sapaan akrabnya mengingatkan agar warga tidak tergoda politik uang. Politik uang akan melahirkan korupsi sistematis saat menjabat. "Biasanya calon pemimpin titipan yang tak punya kemampuan akan mengandalkan politik uang. Ini berbahaya, pola-pola transaksional seperti itu justru memicu korupsi yang sistematis,” tegas politisi asal Sleman itu.
Dalam Pilkada Sleman, NasDem bersama bersama PKS dan Golkar mendukung Pasangan Sri Muslimatun – Amin Purnomo (Mulia). Sri Muslimatun selaku Wakil Bupati Sleman sejak tahun 2015 mengiyakan pendapat Subardi. Ia khawatir jika masyarakat memilih dengan alasan coba-coba, Sleman akan mengalami kemunduran. “Jangan taruhkan masa depan Sleman,” ungkapnya.
Di awal masa kampanye saat ini, Muslimatun fokus pada salah satu program peningkatan Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Dengan program andalan Sembada Mbangun Sleman, pasangan Mulia komitmen membangun mulai dari dusun dengan target penurunan angka kemiskinan.
“Bidang Kesra karena memang tanggung jawab saya selama menjabat Wakil Bupati. Saya sudah petakan persoalannya. Target saya angka kemiskinan cepat turun,” kata pakar kesehatan masyarakat itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
CKG Kota Jogja menemukan 60%-65% dari 23.000 lansia yang diperiksa terdeteksi hipertensi dan diabetes.
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Jakarta 18 September 2026 dan disiapkan mendukung penanganan karhutla.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Harga rumah di Jogja makin sulit dijangkau. REI DIY menyoroti kenaikan harga tanah dan material bangunan yang mencapai sekitar 25%.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.