Fajar-Fikri Melaju ke 16 Besar China Open Usai Tekuk Wakil Tuan Rumah
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke 16 besar China Open 2026 setelah mengalahkan Huang Di/Liu Yang 21-15, 20-22, 21-9 di Changzhou, China.
Ilustrasi petugas melakukan tes swab./ANTARA FOTO-Asprilla Dwi Adha\n
Harianjogja.com, JOGJA - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul dan Dinkes Bantul telah menjadwalkan tes swab untuk 1.310 aparatur sipil negara (ASN) di 20 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungannya, sejak Selasa (15/9/2020) hingga Sabtu (26/9/2020).
Namun, penjadwalan dan tes swab tidak sepenuhnya berjalan lancar. Sebab, hingga Kamis (1/10/2020) siang, ada tiga OPD yang belum melakukan tes swab dan memilih menjadwalkan ulang untuk pelaksanaan tes tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengakui jika 84 ASN yang ada di lingkungannya belum menjalani swab tes. Padahal, sesuai jadwal 84 ASN tersebut dijadwalkan menjalani tes pada Kamis (24/9/2020) pagi.
Alasannya, Dwi mengungkapkan membutuhkan waktu dan koordinasi terkait pelaksanaan test tersebut.
“Jam kerja kami kan 24 jam. Apalagi menyangkut potensi bencana yang saat ini masih ada. Oleh karena itu kami minta dijadwalkan ulang,” katanya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Waralaba Dikeluarkan Pemkab Bantul, Hanya Satu yang Berdiri
Meski memilih penjadwalan ulang, Dwi memastikan tes swab tetap akan dijalani oleh personel BPBD. Oleh karena itu, saat ini, pihaknya tengah menyusun jadwal agar tes bisa dilakukan tanpa mengganggu ketugasam.
“Sedang disusun. Kemungkinan kami akan menerapkan sif untuk pelaksanaan tes dan jam kerja,” lanjutnya.
Terpisah, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sri Wahyu Joko Santosa mengakui ada tiga OPD yang memilih penjadwalan ulang untuk pelaksanaan swab tes. Meski demikian, Oki-panggilan akrab Sri Wahyu Joko, tidak menjelaskan secara detail tiga OPD yang meminta penjadwalan ulang tes.
“Ada tiga OPD yang minta jadwal ulang. Ini tidak masalah. Karena target kami sebelum Pilkada, swab tes untuk OPD sudah selesai,” paparnya.
Karena belum semua OPD mengikuti tes swab, Oki menyatakan belum bisa memastikan hasil pengetesan sementara. “Jadi sementara kami belum bisa sampaikan hasilnya,” tandas Oki.
Baca Juga: 3 Ponpes di Sleman Jadi Klaster Covid-19, Dinkes Perketat Rekomendasi Operasional
Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharjo mengatakan, pihaknya sengaja menggelar tes swab kepada sejumlah OPD dengan tujuan mencegah terjadinya klaster perkantoran dan upaya mendeteksi dini terkait pencegahan serta penularan Covid-19.
“Kami tidak ingin tertulari dan menulari. Jangan sampai ada klaster perkantoran dan klaster pelayanan publik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke 16 besar China Open 2026 setelah mengalahkan Huang Di/Liu Yang 21-15, 20-22, 21-9 di Changzhou, China.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Jaksa Agung memutasi Dirdik Jampidsus dan delapan kajati. Rotasi jabatan dilakukan untuk promosi dan penyegaran organisasi.
Menjaga integritas bukan hanya soal menjalankan aturan, tetapi juga tentang bagaimana setiap insan imigrasi mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab
KPK membagi kasus dugaan korupsi dana hibah Jawa Timur ke dalam tiga klaster suap yang melibatkan 21 tersangka.
Sudaryono langsung bekerja menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis usai dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.