Adhi Karya Bagi Susu Gratis ke Siswa SD Terdampak Tol Jogja Solo
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Penelusuran kontak erat dari kasus positif seorang karyawan warung mi Kotabaru, Jogja terus berlanjut. Pasca puluhan karyawan jalani Rapid Diagnostic Test (RDT) beberapa di antaranya akan jalani uji usap (Swab).
Pada Kamis (1/10/2020) empat karyawan warung mi Kotabaru diketahui reaktif berdasarkan RDT. Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Kota Jogja, Endang Sri Rahayu menyebutkan dua orang karyawan akan jalani uji usap. "Nggih, Swab dua orang yang IgM-nya reaktif,," jelasnya pada Jumat (2/10/2020).
Endang melanjutkan jika dua orang yang akan jalani uji usap adalah karyawan menunjukkan hasil IgM reaktif. Dijelaskan Endang, igM adalah immunoglobulin, anti bodi untuk virus. Lebih lanjut ada dua imunoglobulin, IgG sebagai penanda bahwa infeksi sudah berlangsung lama sementara IgM berarti akut.
BACA JUGA: Disebut Sejalan dengan Pusat Soal Covid-19, Moeldoko Puji Jogja karena Micro Lockdown
Sebagaimana diterangkan Camat Gondokusuman, Guritno sebelumnya, bahwasanya dari satu karyawan dapur yang positif asal Bantul dilakukan Tracing kepada sejumlah kontak erat. Dari 30 karyawan, disebutkan Guritno empat orang reaktif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.