Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Tracing kasus Covid-19 di yang ditemukan di sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Sleman terus dilakukan dan hasilnya terus bertambah. Hingga Senin (12/10/2020), total kasus positif Covid-19 dari tiga ponpes di Sleman berjumlah 153 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo menuturkan selama dua hari terakhir tidak ada penambahan kasus positif untuk klaster ponpes di Sleman. Ada tiga ponpes yang menjadi lokasi penemuan kasus positif Covid-19, yaitu dua ponpes di Kapanewon Ngaglik serta satu ponpes di Prambanan.
"Satu ponpes kecil di Ngaglik sudah berhenti ditracing dan hanya ditemukan satu kasus positif Covid-19. Dua ponpes lainnya masih lanjut tracing," kata Joko pada Senin.
Ia merinci dari dua ponpes yang masih dilakukan tracing itu ditemukan total 152 kasus. Pada ponpes besar di Ngaglik ditemukan 135 kasus, sementara pada ponpes di Prambanan ada 17 kasus penghuni terpapar Covid-19.
BACA JUGA: Kapan Bioskop di Jogja Dibuka Kembali? Ini Kata Pemkot
Hingga saat ini, Pemkab Sleman sudah melakukan rapid test kepada kurang lebih 700 orang, dengan 220 penghunu di antaranya menjalani uji usap. "Yang kontak erat, kami swab langsung. Kalau kontak tapi tidak erat, kami rapid test dulu. Kalau ada reaktif baru kami swab. Tahapan kami seperti itu," ujarnya.
Joko menambahkan, selain menjalankan proses tracing, diketahui sudah banyak pula kasus Covid-19 ponpes yang sembuh. "Kalau hari kemarin ada penambahan kesembuhan Covid-19 sampai 125 orang, sebagian besar dari ponpes itu. Kurang lebih sekitar 75-80 itu dari sana," kata dia.
Menurutnya, pasien dari klaster ponpes ada yang menunjukkan gejala ringan dan tanpa gejala. Adapun jika bergejala ringan, rata-rata pasien batuk dan anosmia atau tidak dapat menggunakan indera pengecapan dan penciuman dengan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.