Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—Tiga pelajar asal Sleman berinisial TA, 16; IA, 16; dan DY, 14 ditangkap aparat Polsek Mlati, Sleman lantaran diduga melakukan kekerasan terhadap dua orang pengendara motor pada akhir pekan kemarin. Kepada petugas, mereka mengaku salah sasaran lantaran berniat menangkap pelaku klithih.
Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Dwi Noor Cahyanto menuturkan ketiga pelajar ini diduga melemparkan batu dan bambu kepada dua korban berinisial AW, 17, dan ADI, 18, warga Caturharjo, Sleman. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (17/10/2020) lalu ketika korban yang juga masih pelajar melintasi Jalan Letkol Subadri, Dusun Jumeneng Lor, Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, Sleman sekitar pukul 02.00 WIB.
BACA JUGA: Kisah Sukarelawan Pemakaman Jenazah Covid-19: Dulu Ditolak Pulang, Kini Dipuji Orang
"Dari penuturan pelaku, motifnya salah sasaran. Dalihnya, mereka mengira korban adalah rombongan klithih yang melintas, padahal bukan," kata Iptu Dwi pada Rabu (21/10/2020).
Mulanya, kedua korban berboncengan naik kendaraan roda dua di jalan tersebut dari selatan menuju ke utara. Sesampainya di lokasi kejadian, kedua korban berpapasan dengan ketiga pelaku yang langsung menimpuk korban dengan batu-batu. Korban berusaha menghindar dengan putar balik, namun salah seorang pelaku menghadang laju motor korban.
"Salah satu pelaku kemudian melemparkan sebatang bambu yang membuat kedua korban jatuh ke aspal. Karena takut, korban lari ke arah selatan sementara kendaraan motornya ditinggal di lokasi kejadian," ucapnya.
BACA JUGA: Hina Polisi di Twitter, Pekerja Fotokopi di Gunungkidul Terancam 4 Tahun Penjara
Tak hanya melakukan kekerasan terhadap korban, pelaku juga merusak motor milik korban AW. Motor matik itu dilempari batu dan dipukul dengan batang bambu. Setelah puas dengan perbuatannya, ketiga remaja itu langsung meninggalkan lokasi.
Tak terima, kedua korban itu langsung melapor ke Polsek Mlati. Kurang dari 24 jam, polisi berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku. Mereka ditangkap di salah satu angkringan di wilayah Sleman dan langsung dibawa ke Mapolsek Mlati untuk dimintai keterangan. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa batu, bambu, dan sebuah gir.
Kepada petugas, ketiga pelajar itu berdalih hendak menangkap rombongan klitih yang melintas di wilayah sekitar Mlati. Kepada ketiganya, polisi hanya mewajibkan apel dan meminta jaminan orang tua. Polisi tidak menjatuhkan hukuman pidana mengingat ketiganya masih berstatus sebagai pelajar.
"Ketiga pelaku tidak ditahan, tapi wajib apel. Supaya mereka tidak mengulangi perbuataanya lagi, kami minta orang tuanya jadi jaminan," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.
Chelsea dikabarkan segera menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru dengan kontrak empat tahun usai tercapai kesepakatan prinsip.
212 T01 facelift resmi meluncur di Beijing Motor Show 2026 dengan desain baru dan siap menantang Jeep Wrangler di pasar global.