TPR Baron Gunungkidul Resmi Terapkan Pembayaran Full Cashless
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Ilustrasi CCTV. /Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Tilang CCTV mulai diterapkan di wilayah DIY. Meski belum ada di Gunungkidul, jajaran Satlantas Polres Gunungkidul ikut menyosialisasikan kebijakan penilangan secara elekrtonik ini ke masyarakat.
Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP Anang Tri Nuviyan mengatakan, di wilayah DIY baru empat lokasi yang terpasang sarana tilang CCTV atau electronic traffic law enforcement (E-TLE), yakni di wilayah Wates, Kulonprogo; Ngabean, Kota Jogja; Maguwoharjo, Sleman dan lokasi di wilayah perbatasan Bantul-Gunungkidul.
Ia mengungkapkan, khusus untuk Gunungkidul belum dilakukan penilangan model ini karena terkendala peralatan yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Baca Juga: Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021, Luhut: Tumbuh 5%
Meski demikian, sambung Anang, pihaknya memiliki kewajiban untuk mensosialisasikan tilang CCTV ini karena tidak lepas adanya mobilitas masyarkat Gunungkidul ke wilayah lain di DIY sehingga berpotensi kena tilang apabila tidak menaati peraturan yang berlaku. Ia menjelaskan, tilang model ini dilengkapi dengan perangkat kamera canggih yang bisa memotret nomor kendaraan pelanggar.
Di lokasi yang dipasang E-TLE akan melakukan pengawasan selama 24 jam sehingga setiap pelangaran yang terjadi bisa terekam. “Meski tidak ada petugas di lapangan, tapi dengan kamera yang terpasang sudah bisa mencatat pealnggaran yang terjadi,” kata Anang kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).
Ia menjelaskan, apabila pengendara terbukti melanggar, petugas akan mengirimkan foto bukti pelanggaran dan surat tilang ke alamat yang tertera dalam Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK). “Jadi sosialisasi bagian dari memberikan pemahaman ke masyarakaat tentang tilang CCTV. Sebab, meski tidak ada petugas jaga, tapi pelanggaran lalu lintas tetap bisa ditindak,” katanya.
Untuk sosialisasi, sudah mengundang seluruh anggota bhabinkamtibmas di seluruh kalurahan untuk meneruskan ke masyarakat. Selain itu, sosialisasi juga sudah menyasar ke seluruh kapanewon di Gunungkidul.
Baca Juga: ICJR Sebut Polri Sudah Diskriminatif terhadap Anggotanya yang Gay
“Jadi inti dari sosialisasi, meski di Gunungkidul belum terpasang, warga jangan sampai kaget apabila ada kiriman bukti pelanggaran. Sebab, setiap warga bisa saja menjadi pelanggar terutama yang sering berpergian ke luar daerah karena memang secara umum tilang CCTV sudah mulai diterapkan di wilayah DIY,” katanya.
Salah seorang warga Wonosari, Didit Prasetyo berharap terus ada upaya sosialisasi agar masyarakat tidak terkejut dengan penerapan tilang yang menggunakan CCTV ini. adanya kebijakan ini ia berjanji akan lebih berhati-hati saat berkendara agar tidak terkena tilang. “Harus lebih hati-hati karena sekarang pencatatan pelanggaran tidak hanya pada saat ada petugas, tapi sudah mulai mengunakan teknologi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
BPJS Ketenagakerjaan Sleman genjot Peladi Makarti di 35 kalurahan untuk lindungi pekerja informal dan percepat Universal Coverage Jamsostek 2026.
Neymar kembali dipanggil timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026. Carlo Ancelotti membawa kombinasi pemain senior dan bintang muda.
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.