WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 41 penambahan kasus positif pada Selasa (27/10/2020). Bantul mendominasi penambahan ini sebanyak 23 kasus. sementara 32 kasus dinyatakan sembuh dan satu kasus dilaporkan meninggal.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan kasus berdasarkan domisilinya meliputi Kota Jogja 1 kasus, Bantul 23 kasus, Kulonprogo 5 kasus, Gunungkidul 10 kasus dan Sleman 2 kassus.
Dilihat dari riwayatnya, penambahan kasus terdiri dari tracing kasus positif 30 kasus, periksa mandiri 2 kasus, perjalanan luar daerah 3 kasus dan pdalam penelusuran 6 kasus. “Berdasarkan pemeriksaan pada 418 sampel dari 336 orang,” ujarnya.
Satu kasus dilaporkan meninggal yakni Kasus 3.606, laki-laki 65 tahun, Gunungkidul dengan komorbid hipertensi. Adapun kasus sembuh berdasarkan domisili meliputi Kota Jogja 7 kasus, Bantul 8 kasus dan Sleman 17 kasus.
Dengan penambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 3.617 kasus, dengan 2.971 kasus sembuh dan 89 kasus meninggal. Sementara penggunaan bed di rumah sakit rujukan untuk kritikal sebanyak 29 kasus dan non kritikal 155 kasus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.