KPK Dalami Kedekatan Maidi dengan Pengusaha EO di Madiun
KPK mendalami hubungan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pengusaha EO terkait kasus dugaan korupsi proyek dan CSR.
Sejumlah andong wisata mangkal di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (16/06/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA - Guna mendukung pengamanan dan patroli di Kota Jogja saat libur panjang akhir Oktober yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Pemerintah setempat menyiagakan lebih dari 300 personil tiap hari.
“Personel ini kami bagi dalam tim yang akan bertugas pada siang hari dan malam hari,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Jogja Agus Winarto, Rabu (28/10/2020).
Menurut dia, jumlah personel yang akan disiagakan pada siang hari berjumlah 160 orang, dan personel yang akan disiagakan pada malam hari sebanyak 150 orang.
Selain dari unsur Polisi Pamong Praja Kota Jogja, tim pengamanan tersebut juga didukung oleh berbagai instansi lain, seperti Polisi Pamong Praja DIY, Dinas Perhubungan, TNI dan Polri.
Baca Juga: Pasien Covid-19 di Kulonprogo Bertambah 5 Kasus
Pengamanan akan difokuskan di beberapa lokasi yang diperkirakan akan ramai dikunjungi wisatawan seperti di kawasan Tugu terlebih saat ini lokasi ikon Kota Yogyakarta tersebut sedang dalam tahap penataan.
Selain itu, personel pengamanan juga akan diterjunkan di kawasan Malioboro yang menjadi jantung pariwisata Kota Yogyakarta serta di kawasan Keraton Yogyakarta.
Personel akan melakukan pengawasan terhadap kedisiplinan wisatawan untuk menerapkan protokol kesehatan. khususnya mengenakan masker. Pengunjung yang kedapatan tidak mengenakan masker akan langsung dikenai sanksi berupa kerja sosial seperti membersihkan atau menyapu tempat umum.
“Kami pun akan menggelar operasi gabungan penegakan protokol kesehatan untuk pelaku usaha di masa libur panjang ini. Harapannya, dengan kedisiplinan masyarakat, pengunjung, dan pelaku usaha untuk menerapkan protokol kesehatan maka tidak muncul klaster penularan baru,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti saat apel gelar pasukan pengamanan libur panjang pada Selasa (27/10/2020), kembali menegaskan pentingnya pelaksanaan protokol kesehatan secara disiplin oleh seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan.
Baca Juga: Dua Objek Wisata di Kulonprogo Deklarasikan Wisata Aman di Tengah Pandemi
“Masa liburan bukan berarti lalai dan libur dalam menerapkan protokol kesehatan. Penerapan protokol kesehatan harus terus dilakukan,” katanya.
Ia pun memastikan personel pengamanan di lapangan akan bersikap tegas dengan menegur, membubarkan kerumuman, hingga menerapkan sanksi sosial untuk mencegah potensi penularan Covid-19.
“Petugas pun tidak akan bosan untuk menyampaikan imbauan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, 4M. Memakai masker, mencuci tangan dengan air dan sabun, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mendalami hubungan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pengusaha EO terkait kasus dugaan korupsi proyek dan CSR.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.