Disdukcapil Gunungkidul Buka Layanan Ekstra untuk Pemilih Pemula
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
Foto Ilustrasi pohon tumbang akibat angin kencang. /Ist.
Harianjogja.com, NGLIPAR – Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan puluhan rumah di Kalurahan Nglipar, Kecamatan Nglipar dan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul rusak, Kamis (5/11). Hingga berita ini diturunkan, petugas dari BPBD Gunungkidul masih melakukan pendataan terkait dengan jumlah kerugian akibat peristiwa tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, hujan deras disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Embusan angin ini mengakibatkan 48 rumah di Dusun Kedungranti, Nglipar. Kerusakan bervariasi namun rata-rata atap rumah rusak karena embusan angin kencang. “Ada genting yang pecah. Juga ada atap seng yang copot dan berterbangan,” kata Edy saat dihubungi, Kamis malam.
BACA JUGA : Ini Wilayah DIY yang Diterjang Angin Kencang Selama Dua Hari
Menurut dia, angin kencang tidak hanya terjadi di Kalurahan Nglipar. Pasalnya, kerusakan rumah juga dilaporkan di wilayah Bejiharjo, Karangmojo. Meski demikian, Edy belum bisa memastikan berapa rumah yang rusak akibat putting beliung.
“Saya masih menunggu laporan terkini. Yang jelas, di Bejiharjo juga ada rumah yang rusak karena embusan angin kencang,” katanya.
Dijelaskannya, petugas di lapangan masih melakukan pendataan terhadap nilai kerugian yang diakibatkan terjangan puting beliung di dua kalurahan. “Belum bisa dipastikan berapa jumlah kerugiannya. Petugas di lapangan masih melakukan pendataan,” katanya.
BACA JUGA : Viral Angin Kencang di Jalan Piyungan-Prambanan, Benda
Selain merusak puluhan rumah, angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang yang menghalangi jalan di Kalurahan Ngalang, Gedangsari. Meski demikian, pohon tumbang ini sudah dievakuasi sehingga akses kembali lancar.
Edy berharap kepada masyarakat untuk terus waspada karena musim hujan kali ini diserti dengan fenomena la nina yang mengakibatan curah hujan naik 45%. Untuk antisipasi, pihaknya sudah melakukan kajian terhadap potensi rawan bencana di Gunungkidul.
“Ada banjir di sepanjang aliran Kali Oya. Terus tanah longsor di lima kapanewon di sisi utara Gunungkidul. sedangkan untuk angin kencang, hampir merata di seluruh wilayah,” katanya.
BACA JUGA : Waspada! Angin Kencang Diprediksi Menerpa DIY Dua Hari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
WNI bisa memanfaatkan bebas visa transit China hingga 240 jam. Simak syarat, durasi tinggal, dan daftar negara yang berlaku pada 2026.
Klasemen Asian Games 2026 hingga Minggu malam, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 2 emas, 5 perak, dan 17 perunggu.
Hamzah Batik Malioboro terbakar Senin dini hari. Sebanyak 12 mobil damkar, water cannon Polresta Jogja dan truk damkar TNI dikerahkan.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.