Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Foto Ilustrasi pohon tumbang akibat angin kencang. /Ist.
Harianjogja.com, NGLIPAR – Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan puluhan rumah di Kalurahan Nglipar, Kecamatan Nglipar dan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul rusak, Kamis (5/11). Hingga berita ini diturunkan, petugas dari BPBD Gunungkidul masih melakukan pendataan terkait dengan jumlah kerugian akibat peristiwa tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, hujan deras disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Embusan angin ini mengakibatkan 48 rumah di Dusun Kedungranti, Nglipar. Kerusakan bervariasi namun rata-rata atap rumah rusak karena embusan angin kencang. “Ada genting yang pecah. Juga ada atap seng yang copot dan berterbangan,” kata Edy saat dihubungi, Kamis malam.
BACA JUGA : Ini Wilayah DIY yang Diterjang Angin Kencang Selama Dua Hari
Menurut dia, angin kencang tidak hanya terjadi di Kalurahan Nglipar. Pasalnya, kerusakan rumah juga dilaporkan di wilayah Bejiharjo, Karangmojo. Meski demikian, Edy belum bisa memastikan berapa rumah yang rusak akibat putting beliung.
“Saya masih menunggu laporan terkini. Yang jelas, di Bejiharjo juga ada rumah yang rusak karena embusan angin kencang,” katanya.
Dijelaskannya, petugas di lapangan masih melakukan pendataan terhadap nilai kerugian yang diakibatkan terjangan puting beliung di dua kalurahan. “Belum bisa dipastikan berapa jumlah kerugiannya. Petugas di lapangan masih melakukan pendataan,” katanya.
BACA JUGA : Viral Angin Kencang di Jalan Piyungan-Prambanan, Benda
Selain merusak puluhan rumah, angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang yang menghalangi jalan di Kalurahan Ngalang, Gedangsari. Meski demikian, pohon tumbang ini sudah dievakuasi sehingga akses kembali lancar.
Edy berharap kepada masyarakat untuk terus waspada karena musim hujan kali ini diserti dengan fenomena la nina yang mengakibatan curah hujan naik 45%. Untuk antisipasi, pihaknya sudah melakukan kajian terhadap potensi rawan bencana di Gunungkidul.
“Ada banjir di sepanjang aliran Kali Oya. Terus tanah longsor di lima kapanewon di sisi utara Gunungkidul. sedangkan untuk angin kencang, hampir merata di seluruh wilayah,” katanya.
BACA JUGA : Waspada! Angin Kencang Diprediksi Menerpa DIY Dua Hari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.